Narasumber dari DIY akan mengisi kegiatan tersebut dengan pembahasan terkait kebudayaan dan warisan budaya.
Agenda berikutnya adalah gala dinner yang dijadwalkan pada Selasa malam.
Acara itu diperuntukkan bagi kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu dari DIY.
Rangkaian Muhibah Budaya kemudian dilanjutkan dengan dialog budaya pada Rabu.
Agenda tersebut dirancang melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur.
Pesertanya meliputi Forkopimda, guru sejarah SMP dan SMA, tim sejarah Kabupaten Batang, serta perwakilan komunitas.
Dialog budaya juga direncanakan menghadirkan tiga narasumber.
Mereka adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Batang, dan perwakilan PMB.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Aula Kabupaten Batang.
Pemilihan lokasi tersebut dilakukan karena Pendopo Kabupaten Batang sedang menjalani rehabilitasi.
Melalui rangkaian Muhibah Budaya ini, Disdikbud Batang berharap keterlibatan pelajar dan komunitas dapat memperkuat perhatian terhadap sejarah serta warisan budaya daerah.
Kunjungan Sri Sultan juga menjadi momentum untuk mempertemukan unsur pemerintah dan pelaku kebudayaan dalam satu forum dialog.