"Kalau KY tetap membela pejabat atau aparat penegak hukum dan menutupi kejahatan, kami siap melawan KY. Kami dalam rangka pembersihan pejabat ruwet, mau jalan apa pun kami tempuh demi Indonesia, bukan demi penguasa," tambahnya.
Terkait maraknya isu praktik suap dan transaksi hukum di PN Pati, Teguh membeberkan sulitnya membuktikan hal tersebut secara administratif lantaran dilakukan oleh oknum yang paham hukum.
"Ada korbannya, tetapi mereka itu mafia dan tahu hukum. Kalau menerima suap, enggak mungkin ngasih kuitansi tanda terima atau dokumentasi. Sama seperti pungli perizinan atau calo, mereka paham hukum tapi menggunakan kepintarannya untuk kejahatan," terangnya.
BACA JUGA: Trafo Listrik Nyaris Terbakar, Api Ancam Bangunan di Desa Harjosari Kabupaten Tegal
BACA JUGA: Unik! Pengantin Gelar Resepsi di Curug Gunung Putri Purworejo, Bantu Promosikan Wisata Bruno
Mengenai aksi demonstrasi yang terus berlanjut, AMPB menegaskan target utama gerakan mereka adalah pembersihan total pimpinan dan jajaran di PN Pati.
Teguh mengutip pepatah kuno untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan di lembaga peradilan daerah tersebut yang dinilainya sudah tidak layak.
"Tuntutan kami, Ketua PN Pati harus dicopot, diganti, dan diproses hukum. Anggota yang terindikasi transaksional juga harus dimasukkan penjara. Seperti kata pepatah, 'ikan busuk mulai dari kepalanya', dan kebusukan di sini memang berawal dari pimpinannya," pungkas Teguh.