600 Perenang Muda dari Empat Daerah Berebut Catatan Waktu Terbaik di Batang

Senin 05-10-2026,05:27 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.id - Kejuaraan Renang Antar Sekolah (KRAS) 2026 di Batang memperluas persaingan dengan menggaet sekitar 600 peserta dari empat daerah. Ratusan peserta tersebut berasal dari sekolah di Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Perluasan cakupan peserta menjadi pembeda KRAS tahun ini dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus di Kabupaten Batang.

Ketua Akuatik Kabupaten Batang, Andang Tri Kusnaedy, mengatakan perluasan peserta diarahkan untuk meningkatkan kualitas persaingan antarpelajar.

Menurutnya, persaingan lintas daerah juga menjadi cara untuk memetakan potensi atlet renang yang dimiliki masing-masing sekolah.

BACA JUGA: Parkir Kliwonan Ditata, Komisi II DPRD Batang Minta Jukir Berseragam dan BerID Card

BACA JUGA: Lepas Kirab Merah Putih Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Batang Faiz Titip Pesan Ini

"Biasanya agenda tahunan ini cuma satu Kabupaten Batang, tapi untuk meningkatkan persaingan dan mencari bibit-bibit atlet, terutama di sekolah," ujar Andang, Minggu petang 4 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Andang saat pelaksanaan KRAS di Kolam Renang Prestasi THR Kramat, Batang. Ia mengatakan kompetisi tersebut diharapkan membuat sekolah semakin mengetahui potensi atlet renang yang mereka miliki.

"Supaya sekolah itu bisa mengetahui bahwa di sekolahnya itu punya atlet-atlet potensi renang," katanya.

Perluasan peserta juga membuat perenang muda Batang memiliki kesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan dari daerah sekitar.

BACA JUGA: Ikut Awasi MBG, DPRD Batang Intensifkan Sidak Seluruh Dapur SPPG

BACA JUGA: Tantangan Pancasila Era Medsos, Wakil Ketua DPRD Batang: Hoaks dan Ujaran Kebencian

Bagi atlet usia dini, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan mental menghadapi perlombaan. Andang mengatakan kondisi pertandingan berbeda dengan suasana latihan yang cenderung lebih terkendali.

"Selama ini latihan kan enggak grogi, tapi kalau pas lomba biasanya dadi nervous," jelasnya.

Karena itu, KRAS juga membuka ruang bagi peserta dari kelompok usia dini untuk mendapatkan pengalaman kompetisi sejak awal.

Kategori :