Malam Panjang Warga Rowosuko Batang Usai Santap PMT Posyandu

Selasa 22-09-2026,13:17 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

Salah seorang warga, Sri Kadariyah (48), bercerita anaknya juga mengonsumsi makanan tersebut. Tubuh putrinya tidak nyaman sekitar pukul 11.30 WIB.

“Sekitar jam 11.30, terasa mual, muntah, kepalanya pusing. Sampai sekarang masih mual, muntah,” kata Sri.

Keluhan itu tidak berhenti pada Sri. Sejumlah warga lain juga mulai mengalami mual, muntah hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut.

Sri mengatakan, di lingkungan tempat tinggalnya terdapat sekitar tujuh orang yang mengalami keluhan serupa. Namun, warga yang merasakan gejala juga berasal dari lingkungan lainnya.

“Yang kena itu sekitar tujuh orang. Yang banyak dari RT 2,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Batang, dr. Feria Kurniawati, M.Kes, mengatakan rumah sakit menerima 21 pasien dengan keluhan yang dicurigai berkaitan dengan intoksikasi atau keracunan hingga Selasa pukul 11.30.

Dari jumlah tersebut, 14 pasien merupakan orang dewasa dan tujuh lainnya anak-anak.

Sekitar sembilan pasien menjalani rawat inap. Pasien lainnya masih menjalani observasi atau telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

Feria mengatakan keluhan utama pasien berupa muntah dan buang air besar cair. Beberapa pasien yang dirawat mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan pemulihan cairan.

Namun, cerita tentang makanan Posyandu belum menjadi kesimpulan penyebab sakitnya warga.

Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan. Sampel muntahan pasien juga telah diambil untuk pemeriksaan.

“Hasil lab untuk sampel makanannya tadi sudah dibawa ke Dinas Kesehatan. Kemudian dari Dinas Kesehatan juga tadi koordinasi sudah datang ke sini untuk mengambil sampel, muntahan pasien juga sudah diambil,” ujar Feria.

Artinya, hubungan antara makanan yang dikonsumsi warga dengan keluhan kesehatan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan.

Kepala Instalasi IGD RSUD Batang, dr. Hifna Handrianingrum, mengatakan pasien datang dengan keluhan yang relatif sama. Di antaranya mual, muntah, diare dan demam.

Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Mereka yang mengalami kondisi lebih berat, seperti lemas, demam tinggi atau kesulitan mengonsumsi obat akibat muntah, dapat menjalani rawat inap.

Menurut Hifna, kondisi pasien terberat berkaitan dengan demam tinggi, lemas dan dehidrasi. Namun, tingkat dehidrasi yang ditemukan masih berada pada kategori sedang.

Kategori :