Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Warga Diminta Waspada

Senin 07-09-2026,19:39 WIB
Reporter : Umar Dani
Editor : M. Fatkhurohman

Hasil analisis menunjukkan angin permukaan pada ketinggian sekitar 1.500 meter bergerak dari timur ke barat.

BACA JUGA:BMKG Bantah Semarang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BACA JUGA:BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Mengguyur Semarang Saat Musim Kemarau, Warga Diminta Tetap Waspada

“Kenapa kemarin agak heboh, barangkali memang di lapisan atas trajektori debu vulkanik itu diperkirakan sampai ke daerah-daerah di Jawa Tengah. Tapi itu di lapisan atas. Sementara lapisan di bawahnya, anginnya bergerak dari timur ke barat,” paparnya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, pihaknya juga melakukan analisis empiris melalui paper test pada 6 dan 7 September 2026 di lingkungan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Hasil pengujian menunjukkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi di kawasan tersebut.

Pengujian serupa juga dilakukan di Stasiun Klimatologi Kertajati, Stasiun Meteorologi Maritim Tegal, dan Cilacap.

BACA JUGA:Godzilla Ancam Batang, BMKG Prediksi Kemarau 2027 Lebih Parah, Ini Kata BPBD

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Potensi Rob Pesisir Pantura Jateng akibat Supermoon

“Paper test di sekitar Bandara Ahmad Yani hasilnya negatif. Didukung pula oleh teman-teman di Staklim Kertajati Majalengka. 

Di Stamar Tegal mewakili Pantura juga negatif, Tunggul Wulung-Cilacap juga negatif. Secara ilmiah, di Jawa Tengah, perbatasan dengan Jabar di utara dan selatan itu negatif,” jelas Yoga.

Debu di Kendaraan Bukan Abu Vulkanik

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan munculnya debu pada kendaraan warga tidak serta-merta menunjukkan adanya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, pihaknya secara rutin melakukan pengujian kualitas udara, baik ketika terjadi aktivitas vulkanik maupun tidak.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi udara saat ini lebih dipengaruhi musim kemarau.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem di Jateng Dipicu Bibit Siklon Tropis, BMKG Keluarkan Peringatan hingga 7 Maret

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Pantura Jateng, Nelayan Diminta Waspada

Kategori :