UNGARAN, diswayjateng.id - Tepat hari ke tiga berpulang Mozza Axillia Gunarsa (18) gadis asal Gebungan RT 04 RW 01, Desa Gebungan, Kacamatan Bergas, Kabupaten Semarang, orang tua beserta adiknya almarhum kembali berziarah rumah peristirahatan terakhir gadis manis itu, Senin 7 September 2026.
Tepat pukul 07.30 WIB, sekitar 10 menit perjalanan dari rumah duka menuju TPU. Berbekal buku Yasin, orang tua beserta adik Mozza Axillia Gunarsa, duduk di atas tanah tanpa alas.
Di depan ketiganya, tanah kuburan Mozza Axillia Gunarsa terlihat mulai mengering. Diatasnya bertabur bunga mawar melati, warna warni. Dua buket bunga masih bersandar di batu misan bertuliskan nama, Mozza Axillia Gunarsa.
Kurang lebih 20 menitan, keluarga kecil ini membacakan ayat suci AlQuran dan memanjatkan doa atas kepergian Mozza Axillia Gunarsa. Hingga, salam terakhir pun terucap dari bibir ketiganya.
BACA JUGA: Misteri Kerangka Mozza di Tebing Tol Jangli Terungkap, Teman Dekat Jadi Tersangka
Selang beberapa saat kemudian, ayah Mozza, Singgih Ditya Gunarsa (44) menyapa Disway Jateng yang ikut berziarah ke makam Mozza Axillia Gunarsa di TPU Sepringgitan, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Dengan suara lirih, Singgih memulai percakapan. Ia kemudian menyampaikan harapan, doa untuk pelaku dan keinginan keluarga bagi keadilan putri sulungnya itu.
"Setelah terjawab keberadaan anak kami, kami berharap kepada tersangka setelah berbuat seperti ini semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata Singgih, dengan suara gemetar menahan tangis.
BACA JUGA: Kerangka Manusia di Tol Jangli Ternyata Korban Pembunuhan, Terduga Pelaku Ditangkap di Blora
BACA JUGA: Berawal Cekcok, Kerangka Manusia di Tol Jangli Tewas Dicekik Teman Prianya
Memaafkan Pelaku Pembunuh Mozza
Singgih mengaku, telah memanfaatkan pelaku yang menghilangkan nyawa anaknya. Bukan tanpa alasan Singgih beserta keluarga sepakat memaafkan pelaku.
"Semua memaafkan, kami semua memaafkan tersangka. Kalau tidak memaafkan akan sangat berat bagi kami, dan juga bagi almarhum putri kami Mozza," ucap lirih Singgih.
Ia juga menyampaikan satu harapan besar, proses perjalanan hukum bagi tersangka dan keadilan bagi almarhum Mozza Axillia Gunarsa dapat berjalan seadil-adilnya tanpa ada permainan.
"Untuk kasus ini kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan, kami minta seadil-adilnya menghukum tersangka tanpa ada permainan hukum dibelakang atau pun keringanan dalam bentuk apa pun," tandas Singgih.
BACA JUGA: Menyisakan Kerangka, Mobil SUV Ford Ecosport Ludes Terbakar di Tol Semarang–Solo KM 449+500 Jalur A Tuntang
Keinginan itu dilontarkan Singgih, karena proses perjalanan menanti Mozza Axillia Gunarsa yang hilang setahun lebih sangat menyiksa batin. Hingga kabar duka datang dari Kepolisian menghacurkan hati keluarga kecil itu bahwa Mozza Axillia Gunarsa menjadi korban pembunuhan.
Hukuman apa yang pantas bagi tersangka, Singgih tak ingin mendekte Aparat Penegak Hukum (APH). Ia beranggapan, APH lebih tahu hukuman setimpal atas perbuatan tersangka.
Ditengah percakapan singkat dengan Disway Jateng, Singgih pun kembali mengenang tentang putrinya sejak pergi dari rumah pada 25 Juni 2025.
Singgih mengaku, Mozza tengah mempersiapkan diri untuk kuliah di Undip setelah lulus dari SMA 11 Semarang. Dan sesaat sebelum hilang, Mozza berada di Semarang untuk mengejar cita-citanya kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis Undip.
BACA JUGA: Penemuan Kerangka Manusia Terkubur di Tanggul Tambak Gegerkan Warga Jepara, Korban Pembunuhan Kah?
BACA JUGA: Penemuan Kerangka Manusia di Salatiga, Ketahuan Saat Pemilik Rumah Pastikan Kontrakan Sudah Jatuh Tempo
"Untuk pelaku kita tidak mengenalnya Mbak. Sama orang tua, sama kita Mozza belum mengenalkan (tersangka) kepada kita. Karena dari Kepolisian pun menyebutkan, anak kami kenal dengan pelaku juga belum lama, kenal gitu sebentar," ujarnya.
Seperti diketahui, Mozza Axillia Gunarsa sempat di umumkan dalam daftar orang hilang sejak tahun 2025. Dan tiga jari lalu, jenasahnya ditemukan sudah dalam kondisi kerangka di jurang kawasan Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Mozza ternyata dibunuh teman prianya, yang baru dikenal di platform Tiktok dengan cara dicekik di sebuah Kos di Candisari, Semarang.