Jam pelayanan tersebut menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki kesibukan sejak pagi hingga sore sehingga tidak mudah meninggalkan pekerjaan untuk mengurus dokumen keimigrasian.
Kehadiran layanan paspor malam hari juga mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satunya Salsa Destianti yang memanfaatkan Sowan Ratri untuk mengurus dokumen perjalanan yang akan digunakannya menonton konser di Singapura.
Menurut Salsa, layanan tersebut membantu masyarakat yang bekerja pada jam kantor.
Ia menilai pengurusan paspor pada malam hari lebih praktis karena tidak mengharuskannya meninggalkan pekerjaan pada siang hari.
Ia juga mengapresiasi sikap petugas Imigrasi Pemalang selama pelayanan berlangsung.
Menurutnya, petugas tetap ramah meski pelayanan dilakukan hingga malam dan proses pengurusan paspor terasa mudah serta cepat.
Salsa berharap Sowan Ratri dapat terus digelar secara konsisten.
Baginya, konsep pelayanan jemput bola pada malam hari relevan dengan pola aktivitas masyarakat yang semakin beragam.
Bukan hanya masyarakat yang merasakan manfaatnya. Aktivitas pelayanan di Citywalk Pemalang juga ikut memberi dampak terhadap pedagang di sekitar lokasi karena meningkatnya mobilitas warga selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang pedagang kopi di kawasan Citywalk mengaku dagangannya menjadi lebih ramai ketika kegiatan Sowan Ratri berlangsung.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik di ruang terbuka juga dapat menciptakan efek ekonomi sederhana bagi pelaku usaha di sekitarnya.
Inovasi ini sekaligus memperlihatkan perubahan cara pelayanan publik beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat.
Warga tidak selalu memiliki waktu luang pada pagi atau siang hari, sehingga kehadiran layanan pada malam hari menjadi salah satu alternatif yang lebih relevan.
Bagi Imigrasi Pemalang, Sowan Ratri bukan sekadar memindahkan lokasi pelayanan. Inovasi tersebut membawa pesan bahwa pelayanan publik perlu hadir mengikuti kebutuhan warga, termasuk melalui waktu dan tempat yang lebih fleksibel.
Dengan layanan paspor malam hari, masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih luas untuk mengurus dokumen perjalanan. Pola pelayanan seperti ini juga dapat menjadi ruang bagi instansi pemerintah untuk memahami kebutuhan warga secara langsung.