“Jadilah best generation, minimal bisa jadi menteri agama,” tukas Nasaruddin.
BACA JUGA:UIN Sunan Kudus Bidik Prodi Baru Ilmu Gizi dan Sainstek, Ternyata Ini Alasannya
BACA JUGA:UIN Sunan Kudus Gelar Student Award & Purna Bakti Ormawa 2025, Penghargaan Bagi Mahasiswa Beprestasi
Transfornasi UIN Sunan Kudus juga ditandai dengan peresmian Gedung Kuliah Terpadu dan Laboratorium Terpadu. Fasilitas itu menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Nasaruddin bersama pimpinan UIN Sunan Kudus dan mahasiswa baru melakukan penanaman pohon.
Gerakan tanam pohon tersebut menjadi simbol, bahwa kemajuan kampus tidak boleh berjalan dengan mengabaikan lingkungan. Pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap alam harus tumbuh dalam satu tarikan napas.
Gerakan penanaman pohon sebanyak 2.522 bibit berjenis pohon matoa dan sukun. Dari satu pohon yang ditanam hari itu, UIN Sunan Kudus ingin menumbuhkan pesan bahwa mahasiswa bukan hanya datang ke kampus untuk belajar saja. Namun juga memberi kehidupan dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari implementasi ekoteologi dan selaras dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama.
Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi menyambut kehadiran Menteri Agama di kampus setempat. --
Transformasi Bukan Sekadar Ganti Nama
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, M.A., menyebut kehadiran Menteri Agama dalam PBAK 2026 sebagai momentum istimewa bagi mahasiswa baru.
Menurut Abdurrohman, mahasiswa baru angkatan 2026 memiliki pengalaman yang berbeda. Mereka menjadi generasi pertama yang mengikuti PBAK UIN Sunan Kudus dalam suasana baru setelah transformasi kelembagaann
Rektor juga menguraikan perjalanan panjang institusi yang dipimpinnya. Yakni mulai dari fakultas cabang, berkembang menjadi perguruan tinggi Islam mandiri, hingga bertransformasi menjadi UIN Sunan Kudus.
Transformasi tersebut, kata dia, bukan sekadar mengganti nama atau status kelembagaan. Perubahan itu membawa mandat memperluas pengembangan ilmu pengetahuan, memperkuat inovasi, dan menghadirkan pendidikan yang relevan bagi masyarakat.
Berbagai capaian di bidang akademik, kelembagaan, penelitian, publikasi ilmiah, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana menjadi pijakan untuk menatap babak baru.
Kini, tantangannya adalah membuktikan bahwa UIN Sunan Kudus mampu menjadi lebih dari sekadar universitas yang berkembang.
Kampus ini diharapkan tumbuh menjadi pusat keilmuan yang mencerahkan, meneduhkan, dan berakar kuat pada nilai Islam serta kearifan lokal Sunan Kudus.