Bukan Sekadar Belajar Website, Perpustakaan Tegal Cetak Talenta Digital

Sabtu 15-08-2026,12:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Ismail F

“Dari sini kami mendapat dukungan operasional dan fasilitas gratis biaya langganan hosting dan domain untuk setiap peserta workshop senilai Rp4 juta per tahun selama empat tahun,” ungkapnya.

 

Menariknya, kegiatan WPCC ini bisa digelar di perpustakaan meski Perpustakaan Soekarno-Hatta bukan lembaga pendidikan kampus sebagaimana ketentuan umum penyelenggaraan Campus Connect.

 

Menurut Hari, hal tersebut dimungkinkan karena perpustakaan memiliki program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program tersebut membuka ruang bagi perpustakaan untuk berkonvergensi dengan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk menjadi sentra kegiatan pengembangan keterampilan.

 

Tingginya animo masyarakat membuat Disperpusip berencana kembali mengajukan proposal untuk pelaksanaan batch berikutnya.

 

“Banyak peserta, rata-rata mahasiswa dan pelaku usaha, yang ingin mengikuti workshop ini. Tapi karena keterbatasan fasilitas, terpaksa kami lakukan seleksi. Doakan, mudah-mudahan WordPress Campus Connect batch dua bisa kita buka,” ujarnya.

 

Ketua Komunitas WordPress Tegal Kharis Sulistiyono mengatakan, pelaksanaan WPCC di perpustakaan tersebut menjadi sesuatu yang istimewa. Sebab, kegiatan serupa selama ini identik dengan lingkungan kampus dan pesertanya mayoritas mahasiswa.

 

“Untuk pertama kali di Indonesia, bahkan di Asia, kita bisa selenggarakan di perpustakaan dan pihak WordPress menyetujuinya,” kata Kharis yang juga seorang WordPress Specialist.

 

Dalam workshop tersebut, Kharis tidak sendirian. Tiga relawan Komunitas WordPress Tegal ikut menjadi trainer. Salah satunya Rofiyatul Septiyani, web developer specialist yang telah menggunakan WordPress sejak 2019 dan tercatat telah membangun lebih dari 2.000 website.

 

Kategori :