Kelompok penerima manfaat antara lain pengemudi ojek daring, pemuka agama, asisten rumah tangga, guru, perawat, anggota TNI dan Polri, hingga penjual jamu.
Keragaman penerima tersebut menunjukkan sasaran program pembiayaan perumahan yang menyasar masyarakat dengan berbagai latar belakang pekerjaan.
Dalam agenda tersebut, 10 penerima manfaat dari program KPR subsidi dan KUR Perumahan dijadwalkan menerima kunci rumah secara simbolis. Penyerahan tersebut diagendakan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Presiden juga dijadwalkan meninjau kawasan perumahan dan berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu, Presiden akan menyapa peserta akad massal yang hadir langsung maupun mengikuti kegiatan secara virtual.
Heru mengatakan, kehadiran Presiden dalam agenda tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kebutuhan hunian masyarakat.
BACA JUGA:Dinkes Batang Kejar 1.800 Kasus TB, Percepat Cari Pasien hingga Desa
BACA JUGA:Rumah Subsidi Batang Tembus 19.826 Unit, Dua Kecamatan Masih Nol
“Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah menaruh perhatian dalam menyediakan hunian pertama bagi masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” katanya.
Berdasarkan data BP Tapera hingga 23 Juli 2026, penyaluran pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 111.537 unit rumah. Nilai penyaluran tersebut tercatat mencapai Rp13,874 triliun.
Penerima manfaat pembiayaan FLPP masih didominasi pekerja swasta dengan porsi 63,88 persen. Selanjutnya, wiraswasta mencapai 17,26 persen dan PNS, TNI, serta Polri sebesar 9,81 persen.
Sementara itu, penerima dari kategori pekerjaan lainnya mencapai 9,05 persen. Data tersebut menunjukkan pembiayaan FLPP terus menyasar masyarakat yang membutuhkan akses kepemilikan rumah.
BACA JUGA:Tak Cuma Isi Perut, Wakil Ketua DPRD Batang Ungkap Dampak MBG bagi Masa Depan Indonesia
BACA JUGA:Komisi II DPRD Batang: Parkir Truk di Petamanan Banyuputih Dipoles Pakai E-Parking
Puri Delta City Side Jadi Lokasi Agenda Nasional
Perumahan Puri Delta City Side dipilih sebagai lokasi utama kegiatan nasional tersebut. Kawasan hunian ini berada di Kabupaten Batang dan dikembangkan oleh PT Dwiwahana Delta Megah.