Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga simulasi yang diperagakan oleh siswa kelas atas agar lebih mudah dipahami murid baru.
"Itu juga disampaikan kepada anak-anak. Mengatasinya ya mengadakan simulasi juga, praktik anak yang kelas tinggi seperti ini, bahwa kalau anak-anak bertengkar atau melakukan hal-hal yang kurang baik itu tidak benar," katanya.
Pendekatan praktik dipilih agar siswa mampu memahami perilaku yang benar sejak awal memasuki dunia sekolah.
Harapan Sekolah: Anak Nyaman dan Siap Belajar
Setelah seluruh rangkaian MPLS selesai dilaksanakan, sekolah berharap seluruh siswa baru telah mengenal lingkungan sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman.
Guru, ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga budaya saling menghormati telah diperkenalkan selama lima hari kegiatan.
"Harapan SD kami setelah anak-anak mengikuti MPLS, di dalam melaksanakan pembelajaran nanti proses belajar mengajar anak-anak itu sudah lancar karena sudah mengenal sekolah, bapak ibu guru, kemudian sarana dan prasarana di lingkungan sekolahan, ujarnya.
Tradisi basuh kaki yang terus dipertahankan di SD Negeri Pakintelan 01 Semarang menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik.(sul)