SEMARANG, diswayjateng.id – Target rehab RTLH Pemkot Semarang tahun 2026 menyasar 2.500 unit rumah. Hal ini ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, disela peninjauan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Sutomo, di Jalan Cisadane Timur, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Jumat, 10 Juli 2026.
Rehab RTLH Pemkot Semarang direalisasikan melalui dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di Kelurahan Mangunharjo sendiri tercatat terdapat enam rumah tidak layak huni yang masuk dalam daftar penanganan. Dari jumlah tersebut, lima rumah telah ditinjau secara langsung dan direncanakan direalisasikan pada tahun ini sebagai bagian dari program percepatan penanganan RTLH Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan masih ditemukan rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan disertai persoalan kesehatan penghuninya yang belum pernah terdata oleh layanan kesehatan.
BACA JUGA:Pemkab Tegal dan Bulog Gencarkan Operasi Pasar Minyak Goreng Rakyat
BACA JUGA:Terdesak Utang, Pekerja Bangunan di Magelang Curi Ratusan Kilogram Kapulaga Milik Majikan
"Beberapa rumah yang saya kunjungi memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya kondisi rumahnya yang tidak layak huni, tetapi masyarakatnya juga perlu perhatian dari sisi kesehatan. Tadi ada warga yang mengalami stroke dan ternyata belum pernah terlaporkan. Saya sudah meminta Kepala Puskesmas agar lebih rajin turun ke lapangan supaya mulai hari ini bisa segera ditangani dengan baik," ujar Agustina.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan sekitar 1.500 RTLH dapat memperoleh bantuan melalui anggaran daerah pada tahun ini. Jumlah tersebut masih akan diperkuat dengan bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Untuk tahun ini target dari pemerintah kota sekitar 1.500 rumah. Dari pemerintah pusat juga akan ada tambahan sekitar 1.000 rumah, kemudian masih ada dukungan dari pemerintah provinsi," katanya.
Agustina menambahkan, apabila kebutuhan penanganan RTLH masih melebihi kemampuan anggaran pemerintah, maka dukungan dari berbagai mitra akan dioptimalkan melalui program CSR.
BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa di Kudus Jadi Tukang Sensus, Blusukan ke Ratusan Desa Memburu RTLH
BACA JUGA:Gelontoran Banprov Rehab RTLH di Kabupaten Tegal Bertambah
"Mudah-mudahan target itu tercapai. Kalau ternyata belum mencukupi, kami akan mencari dukungan dari berbagai mitra melalui program CSR. Prioritas utama kami tahun ini adalah menyelesaikan paling tidak 2.500 RTLH," tegasnya.
Selain meninjau rumah warga, persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di kawasan Mangkang juga ikut diperiksa. Sejumlah titik saluran air dinilai menjadi penyebab limpasan air sebelum mencapai area persawahan.
Agustina menjelaskan, hasil pengecekan menunjukkan terdapat penyempitan saluran air yang dipengaruhi ukuran pintu air sehingga aliran menuju saluran irigasi tidak berjalan maksimal.