Selama perjalanan, ayah dapat mengobrol tanpa gangguan gawai.
Percakapan sederhana dinilai mampu memperkuat hubungan emosional anak dengan orang tua.
Ia menyebut, kementerian bahkan mendorong ayah menyediakan waktu khusus setiap hari.
"Minimal lima belas menit digunakan berbincang tanpa memegang gawai," tuturnya.
Menurutnya, kebiasaan kecil itu berdampak besar terhadap kesehatan mental anak.
DP3AP2KB Batang juga melibatkan Forum Anak mendukung tahun ajaran baru.
Forum Anak akan mendampingi teman sebaya melalui edukasi pencegahan perundungan.
Pendekatan itu dipilih karena dinilai lebih mudah diterima kalangan anak dan remaja.
Selain mengantar sekolah, ayah juga diharapkan aktif mengikuti proses pendidikan anak.
Misalnya memantau pendaftaran sekolah maupun perkembangan belajar.
Joko menegaskan, keterlibatan ayah tidak harus selalu hadir secara langsung.
Komunikasi dan perhatian tetap menjadi bentuk tanggung jawab orang tua.
"Yang penting ayah tidak melepaskan begitu saja tanggung jawabnya," tegasnya.
Melalui gerakan tersebut, DP3AP2KB Batang berharap semakin banyak ayah terlibat dalam tumbuh kembang anak.
Kehadiran ayah sejak hari pertama sekolah diharapkan menjadi awal lahirnya generasi yang tangguh dan percaya diri.