Menurutnya, sekadar meniru nada lagu yang sudah ada lalu mengganti liriknya bukanlah bentuk kreativitas yang utuh.
BACA JUGA:Jambore Pemuda Kabupaten Tegal Cari Bakat Unggul
BACA JUGA:Yon TP 435/SGS Segera Beroperasi di Tegal, 500 Prajurit Masuk Pekan Ini
"Berkarya itu bukan menjiplak. Jangan hanya mengganti lirik sementara nadanya tetap meniru karya orang lain. Kita harus berani menciptakan lagu sendiri. Ada kepuasan emosional ketika karya itu lahir murni dari ide kita sendiri," tegas Apriyanto.
Ia menilai bahwa setiap guru PAUD di Tegal memiliki potensi besar untuk menciptakan karya musik, asalkan memiliki kemauan kuat untuk berproses dan bereksperimen.
"Jangan berada di zona nyaman. Kita harus berinteraksi dengan diri sendiri, menggali ide, lalu menuangkannya menjadi karya. Siapa tahu suatu saat lagu anak yang kita ciptakan dari Tegal ini bisa viral dan dikenal luas di tingkat nasional," harapnya.
Pembina PAUD Kecamatan Talang, Retno Susilowati SPd, juga menyambut positif kegiatan strategis tersebut. Menurutnya, workshop ini menjadi wadah krusial bagi guru untuk menggali potensi kreatif yang selama ini mungkin masih terpendam.
BACA JUGA:Revitalisasi APPIL Jalan Nasional di Tegal Rampung, 8 Simpang Kini Lebih Aman
BACA JUGA:KMD Kwarcab Kabupaten Tegal di Tarub: Pembina Pramuka Harus Jadi Teladan Kreatif
"Harapan saya muncul pencipta-pencipta lagu baru dari daerah Talang, walaupun lagunya sederhana. Yang penting ada kemauan untuk berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki," ujarnya.
Ia menambahkan, potensi emas guru PAUD di wilayah ini sebenarnya sudah terbukti di berbagai ajang. Pada tahun 2025 lalu, salah seorang guru PAUD dari Kecamatan Talang berhasil meraih Juara I lomba cipta lagu di tingkat Kabupaten Tegal.
"Prestasi membanggakan itu menjadi bukti otentik bahwa guru-guru kita punya kemampuan bersaing. Tinggal bagaimana potensi tersebut terus diasah secara konsisten dan diberi ruang untuk berkembang melalui ruang-ruang kreatif seperti workshop musik guru PAUD Tegal ini," pungkasnya.