Danang mengatakan terdapat dua lokasi yang disiapkan sebagai pusat latihan atlet yakni Padepokan Kramat Jati dan Padepokan PSHT.
“Terpusat ada dua opsi, di Padepokan Kramat Jati sama di Padepokan PSHT. Sebenarnya kita ingin di GOR Abirawa, tapi sepertinya jadwalnya penuh,” ungkapnya.
Program latihan yang semakin ketat tersebut menjadi bagian dari upaya IPSI Batang memperbaiki capaian pada Porprov Jawa Tengah sebelumnya.
Pada Porprov 2022 di Blora, kontingen pencak silat Batang belum mampu meraih medali emas dan hanya membawa pulang dua medali perak serta tiga medali perunggu.
Karena itu, target dua medali emas yang diberikan KONI Batang menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet dan pelatih.
“Target dari KONI itu dua medali emas. Ya semoga tercapai,” ujarnya.
Meski demikian, Danang memilih untuk fokus memenuhi target utama terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai peluang meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Kita cukupi dulu target KONI. Kalau lebih berarti bonus, alhamdulillah,” tegasnya.
Saat ini program latihan masih difokuskan pada peningkatan kondisi fisik dasar dan daya tahan tubuh atlet melalui berbagai latihan kebugaran.
IPSI Batang juga telah menyiapkan agenda evaluasi melalui try out yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Hasil try out tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan dalam meningkatkan performa atlet.
Selain itu, IPSI Batang berencana menghadirkan pelatih atau instruktur berlevel lebih tinggi guna menambah kualitas teknik bertanding para atlet.
“Setelah latihan sebulan ini nanti awal atau pertengahan Juli kita try out, kita lihat perkembangan dan evaluasi. Nanti juga kita undang pelatih dari yang lebih tinggi,” pungkasnya.