Merespons ajakan tersebut, H. Adri Abdurrahman berkomitmen menyalurkan sebagian dana zakatnya melalui Baznas Jepara.
BACA JUGA: Usulan Perbaikan Jalan dan Pengembangan Wisata Songgo Langit di Bucu Jepara Mencuat di Ngopi Bareng
BACA JUGA: Gerakan Mageri Segoro di Teluk Awur Jepara, 263,7 Kg Sampah Terkumpulkan
Ia mengakui, selama ini dirinya lebih sering mendistribusikan dana zakat secara mandiri kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Di hadapan pimpinan Baznas, H. Adri juga membagikan pengalamannya terkait tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan sosial.
Menurut Adri, hambatan utama di lapangan bukanlah ketersediaan modal, melainkan mentalitas masyarakat.
"Yang paling berat itu adalah mengubah mental atau mindset miskin yang ada di masyarakat," tutur H. Adri.
BACA JUGA: BPH Migas Bongkar Penyalahgunaan BBM Berpola Helikopter di SPBU Jepara
Ia menceritakan pengalamannya memberikan bantuan produktif yang berujung gagal, akibat kendala mentalitas tersebut.
"Pernah ada warga yang saya beri bantuan dua ekor sapi untuk dipelihara, tetapi pada akhirnya justru dijual dan uangnya dibelikan sepeda motor. Dan masih banyak lagi kasus yang seperti itu," ungkapnya miris.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Adri menegaskan kesiapannya untuk mendukung program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digagas Baznas Jepara.
Adri berkomitmen menjembatani komunikasi antara Baznas Jepara dengan asosiasi atau jejaring pengusaha lainnya di Bumi Kartini.
Langkah ini diharapkan membangun gerakan zakat kolektif di kalangan pengusaha untuk membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan.