Jelang Iduladha 2026, Dispaperta Batang Sisir Lapak Hewan Kurban Pinggir Jalan

Senin 25-05-2026,16:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit, Dispaperta meminta sapi yang terindikasi sakit segera dipisahkan dari ternak lain dan tidak diperjualbelikan terlebih dahulu.

“Rekomendasinya tidak dijual dulu untuk kurban tahun ini sampai benar-benar sembuh,” tegasnya.

Ambar menyebut, meski kasus PMK dan LSD saat ini mulai menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena mobilitas ternak menjelang Iduladha cukup tinggi.

Sebanyak 21 petugas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Batang.

Tidak hanya sapi, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kambing dan domba.

Petugas fokus memeriksa kondisi kulit, mulut, hingga kuku hewan untuk mendeteksi penyakit seperti kudis maupun gejala penyakit menular lainnya.

“Kalau kambing biasanya rawan kudis, jadi itu juga kita cek,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang hewan kurban dadakan di wilayah Batang, Angga (28), mengaku mendukung langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah.

Menurut warga Mbogoran tersebut, pemeriksaan dari dinas justru membantu pedagang menjaga kualitas hewan yang dijual ke masyarakat.

“Alhamdulillah didatangi dari dinas, jadi bisa buat koreksi juga untuk kita,” ujar Angga.

Di sisi lain, Dispaperta memperkirakan jumlah hewan kurban di Kabupaten Batang tahun ini sedikit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Pada Iduladha 2025 lalu, jumlah sapi kurban tercatat mencapai sekitar 1.500 ekor, sedangkan kambing dan domba berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor.

Penurunan diperkirakan terjadi akibat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Meski demikian, Pemkab Batang memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban tetap menjadi prioritas utama demi menjaga keamanan pangan dan kenyamanan masyarakat saat Iduladha nanti.

Kategori :