SLAWI, diswayjateng.com - Demam kurban kambing jumbo mulai menggila di Kabupaten Tegal. Di kandang HM Jaya Farm, Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, kambing-kambing sultan alias premium jenis peranakan etawa (PE) dengan bobot fantastis menjadi buruan para pengusaha untuk kurban Iduladha tahun ini.
Harga kambingnya pun tidak main-main. Satu ekor dibanderol mulai Rp 10 juta hingga Rp 25 juta. Meski mahal, kambing jumbo tersebut justru nyaris habis terjual.
Pemilik HM Jaya Farm, Ova Hanani mengatakan, saat ini dirinya memiliki 14 ekor kambing jumbo. Namun, 12 ekor sudah laku terjual dan satu ekor lainnya sedang dalam proses transaksi.
“Berarti tinggal satu ekor saja yang belum terjual. Mayoritas pembelinya orang Tegal, kebanyakan para sultan yang memang cari kambing premium untuk kurban,” kata Ofa, Rabu (13/5/2026).
Menurut Ova, kambing-kambing PE miliknya bukan kambing biasa. Sebagian merupakan kambing kontes yang memiliki kualitas unggulan. Bahkan, salah satu kambingnya pernah meraih Juara 3 kelas bobot timbang regional Jawa di Blora.
“Beratnya mencapai 130 kilogram dengan tinggi badan lebih dari satu meter. Memang ukurannya jumbo,” katanya.
Ova mengaku bisnis kambing jumbo tersebut baru digelutinya selama tiga tahun terakhir. Awalnya, ia hanya menyalurkan hobinya mengikuti kontes kambing. Namun karena pasar kambing premium cukup menjanjikan, akhirnya hobinya berkembang menjadi bisnis.
Ia sengaja berburu kambing-kambing kualitas premium dari berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Seperti Banjarnegara, Wonosobo, Kaligesing Purworejo hingga Bondowoso.
“Kita tidak ternak dari kecil. Biasanya habis kontes, kalau kambingnya mau dijual dan harganya cocok langsung saya beli. Kebanyakan usia kambing kontes sudah tidak memenuhi syarat lomba, jadi kita ambil untuk pasar kurban premium,” ungkapnya.
Perawatan kambing jumbo itu juga tidak sembarangan. Ova menjaga kebersihan kandang dan kondisi tubuh kambing secara rutin agar tetap prima saat dibeli pelanggan.
“Mandi tiga kali seminggu, makanan dijaga, kandang bersih dan setiap kambing punya kandang sendiri-sendiri, tidak dicampur,” tuturnya.
Untuk mengurus belasan kambing premium tersebut, Ova melibatkan tiga orang karyawan khusus.
Salah satu pembeli, Subhan mengaku sengaja membeli kambing jumbo karena ingin daging kurbannya lebih banyak dibagikan ke masyarakat.
“Saya beli dua ekor. Yang satu harganya Rp 12,5 juta dan satu lagi Rp 9 jutaan. Beratnya sekitar 100 kilogram lebih per ekornya,” ujarnya.
Warga Desa Pesayangan, Kecamatan Talang itu mengaku sudah langganan membeli kambing di HM Jaya Farm karena kualitasnya dinilai bagus dan ukuran kambingnya memang berbeda dari biasanya.