Sidak Jalan Rp 20 Miliar, Bupati Tegal Tagih Kualitas Proyek Balamoa–Kemantran

Rabu 13-05-2026,15:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengebut perbaikan infrastruktur jalan. Selasa (12/5/2026), Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek peningkatan ruas jalan Balamoa–Kemantran di Kecamatan Tarub.

Didampingi Wakil Bupati Ahmad Kholid, Ischak memantau progres pekerjaan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp 20 miliar.

Ruas jalan sepanjang 3,9 kilometer itu kini menjadi perhatian serius lantaran selama bertahun-tahun menjadi jalur vital yang padat dilalui warga. Jalan tersebut menghubungkan aktivitas perdagangan, pendidikan hingga akses layanan pemerintahan di wilayah Tarub dan sekitarnya.

“Ini akses penting masyarakat. Setiap hari dipakai untuk sekolah, menuju pasar, aktivitas perkantoran dan ekonomi warga. Karena itu kualitas pekerjaannya harus benar-benar bagus,” tegas Ischak saat meninjau lokasi proyek.

Menurutnya, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 83 persen. Bahkan, proyek tersebut mengalami deviasi positif sebesar 3,5 persen dari target yang ditentukan. Artinya, pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal.

“Target selesai 19 Juni 2026. Pekerjaan dimulai akhir 2025 dengan masa pengerjaan enam bulan. Sampai sekarang tidak ada kendala berarti, hanya arus lalu lintas yang cukup padat,” ujarnya.

Ischak menjelaskan, peningkatan jalan dilakukan menggunakan konstruksi AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course), pengecoran setebal 20 sentimeter, beton ekspos agregat terbuka serta marka jalan yang langsung dikerjakan.

Dia juga menegaskan proyek tersebut merupakan bagian dari fokus pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program IJD ini sangat membantu daerah. Kami bersama BPPJN Jawa Tengah-DIY mengusulkan ruas ini karena memang menjadi urat nadi ekonomi warga,” ucapnya.

Di lapangan, aktivitas proyek terlihat masih berlangsung di tengah lalu lintas kendaraan yang cukup ramai. Meski begitu, warga mengaku mendukung penuh perbaikan jalan tersebut karena sudah lama dinanti.

Salah seorang warga Tarub, Suyanto (47), mengaku sebelumnya kondisi jalan di ruas Balamoa–Kemantran sering dikeluhkan pengguna jalan karena berlubang dan memicu kemacetan.

“Dulu kalau hujan sering becek dan rusak. Pengendara juga banyak yang jatuh. Sekarang masyarakat senang karena jalannya mulai bagus dan lebih nyaman dilewati,” katanya.

Hal senada disampaikan Nur Aini (39), pedagang di sekitar lokasi proyek. Dia menyebut perbaikan jalan membawa harapan baru bagi kelancaran aktivitas ekonomi warga.

“Kalau jalannya bagus, pembeli juga lebih mudah datang ke pasar. Kami berharap kualitasnya awet dan tidak cepat rusak lagi,” tukasnya. 

Kategori :