SLAWI, diswayjateng.com – Ancaman penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja kian mengkhawatirkan. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, kunci utama pencegahan justru bukan dimulai dari luar, melainkan dari dalam rumah.
Peran keluarga dinilai menjadi benteng pertama sekaligus penentu kuat atau rapuhnya generasi muda menghadapi godaan lingkungan.
Dia menyoroti pentingnya perhatian, komunikasi, dan pengawasan orang tua dalam membentuk ketahanan anak. Menurutnya, keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang awal pembentukan karakter yang menentukan arah masa depan anak.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga, melalui perhatian, komunikasi, dan pengawasan yang berkesinambungan,” kata Bupati Ischak, Sabtu (18/4/2026).
Dia menyebut, banyak kasus penyimpangan perilaku remaja berawal dari lemahnya komunikasi di dalam keluarga. Anak yang merasa kurang diperhatikan cenderung mencari pelarian di luar rumah, termasuk dalam lingkungan pergaulan yang berisiko. Kondisi ini menjadi celah masuknya pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan obat.
Ia menilai, hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci penting. Anak perlu merasa didengar, dipahami, dan didampingi, bukan sekadar diawasi tanpa kedekatan emosional.
“Kalau komunikasi terjalin baik, anak tidak akan segan bercerita. Dari situ orang tua bisa lebih cepat mendeteksi jika ada hal yang tidak beres,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa pengaruh lingkungan pergaulan di luar rumah tidak bisa dianggap sepele. Perkembangan zaman yang serba cepat, ditambah akses informasi tanpa batas, membuat remaja semakin rentan terpapar hal-hal negatif.
Karena itu, keluarga diminta tidak lengah. Pengawasan tidak harus bersifat kaku, namun tetap konsisten dan penuh pendekatan. Edukasi tentang bahaya penyalahgunaan obat terlarang juga harus diberikan sejak dini, dengan cara yang mudah dipahami anak.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika masalah sudah terjadi. Pencegahan harus lebih dulu, dan itu dimulai dari rumah,” ujarnya.
Bupati mengajak seluruh elemen keluarga, termasuk kakek dan nenek, untuk ikut ambil bagian dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, kehangatan keluarga besar dapat menjadi kekuatan tambahan dalam membangun ketahanan mental dan moral remaja.
Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, dan komunikatif. Lingkungan seperti ini diyakini mampu menjadi tameng kuat bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.
“Lingkungan keluarga yang baik akan menjadi fondasi utama bagi anak. Kalau fondasinya kuat, mereka tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya memperkuat langkah pencegahan melalui koordinasi lintas sektor. Kolaborasi dengan instansi terkait, tenaga kesehatan, hingga lembaga pendidikan terus digalakkan guna menekan angka penyalahgunaan obat di masyarakat.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan keluarga. Kesadaran bersama menjadi kunci agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku berisiko.