Bulog Soloraya Kejar Target 93.750 Ton di Puncak Panen

Minggu 29-03-2026,14:42 WIB
Reporter : Achmad Khalik Ali
Editor : Laela Nurchayati

SOLO, diswayjateng.com -- Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta terus menggenjot penyerapan gabah dan beras di wilayah Solo Raya saat puncak musim panen pertama 2026. 

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan realisasi target serapan yang ditetapkan pemerintah.

Hingga Maret 2026, serapan Bulog Soloraya telah mencapai 29.523 ton atau sekitar 31,5 persen dari total target 93.750 ton setara beras.

Wilayah cakupan meliputi Kota Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, hingga Sragen.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menyampaikan proses penyerapan sudah dimulai sejak pertengahan Januari, seiring munculnya titik-titik panen di sejumlah daerah.

“Memasuki awal Februari, panen mulai merata di hampir seluruh wilayah Solo Raya dan tren penyerapan terus meningkat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Bulog melakukan pembelian langsung dari petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta bekerja sama dengan penggilingan padi. 

Harga pembelian gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai kebijakan pemerintah.

Menurut Nanang, harga tersebut menjadi batas bawah yang melindungi petani agar tidak dirugikan saat panen raya. Bahkan, keberadaan Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

“Dengan harga ini, petani tetap mendapatkan nilai jual yang layak, bahkan bisa lebih baik di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian penyerapan tidak lepas dari sinergi antara Bulog dengan pemerintah daerah, Babinsa, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Sementara itu, stok beras yang dikuasai Bulog Surakarta saat ini mencapai sekitar 76.000 ton. Persediaan tersebut tersebar di 9 gudang induk dan 10 gudang sewa.

Dengan stok yang terus bertambah seiring penyerapan, Bulog memastikan ketersediaan pangan di Solo Raya dalam kondisi aman.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras lebih dari cukup,” tegas Nanang.

Selain menyerap hasil panen, Bulog juga mendapat penugasan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen melalui program beras SPHP dengan target penyaluran 19.663 ton pada 2026, serta penyaluran bantuan pangan Februari-Maret sebanyak 17.472 ton.

Kategori :