KUDUS, diswayjateng.com - Penyelenggaraan Salat Idul Fitri di Gedung Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus terasa istimewa. Sebab pelaksanaan Salat Idul Fitri yang dilakukan ribuan warga Muhammadiyah Kudus ini, dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti.
Bukan sekedar hadir, Mendikdasmen Muti juga didaulat menjadi khatib dalam Salat Idul Fitri di Gedung Crystal Building UMKU pada Jumat (20/3/2026) pagi.
Dalam khutbahnya, Mendikdasmen Muti menyoroti isu lingkungan hingga konflik perang Iran Vs AS-Israel. Pihaknya berharap agar peristiwa itu menjadi perhatian umat Islam di Kudus.
Abdul Mu'ti yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu, juga mengajak umat Islam agar menjaga kerukunan dan kedamaian.
'Kita merasa prihatin terhadap perang konflik global yang sudah menimbulkan banyak korban jiwa yang tak bersalah, " ujar menteri kelahiran Kabupaten Kudus ini.
Karena itu, Mu'ti mendesak agar pimpinan negara khususnya Amerika Serikat dan Israel, segera menghentikan semua bentuk agresi dan kekerasan atas nama apa pun.
Dia berharap situasi konflik di Timur Tengah itu segera diatasi. Selanjutnya perang dihentikan, supaya tidak ada lagi korban dan kerusakan yang ditimbulkan.
"Terbunuhnya masyarakat tak berdosa, kerusakan alam, infrastruktur, dampaknya sangat besar. Kami harap konflik itu segera diatasi dan tidak menimbulkan perpecahan yang lebih luas di kalangan bangsa-bangsa," tandanya.
Mendikdasmen Muti menyoroti isu lingkungan hingga konflik perang Iran Vs AS-Israel.--
Mu'ti juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada jemaah yang mengikuti salat Ied.
"Perbedaan merupakan bagian dari sunatullah yang tidak dapat dihindari. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjadikannya sebagai kekuatan untuk memperbanyak kebaikan, " terang Mu'ti.
Mu'ti menilai bahwa perbedaan tidak seharusnya memicu perpecahan. Melainkan diwujudkan dalam sikap saling menghormati serta memberikan manfaat bagi sesama.
“Setiap umat memiliki aturan dan jalan terang masing-masing. Yang perlu dikedepankan adalah berlomba-lomba dalam kebaikan,” ucapnya.
Mu'ti menambahkan, menjadi umat muslim tak hanya cukup dengan menjaga kebersihan iman saja.
"Akan lebih lebih, iman yang bersih juga diimplementasikan dalam laku-laku keseharian dengan melestarikan lingkungan dan merawat alam, " ajak Mu'ti.