Aria Bima Soal Wacana Pemotongan Gaji Pejabat

Kamis 19-03-2026,06:30 WIB
Reporter : Achmad Khalik Ali
Editor : Laela Nurchayati

SOLO, diswayjateng.com -- Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyatakan dukungannya terhadap wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Aria, langkah tersebut memiliki nilai simbolik sebagai bentuk empati pejabat publik terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

“Situasi ekonomi saat ini tidak mudah, dengan tingginya angka pengangguran, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta menurunnya daya beli masyarakat,” ujar Aria Bima di Kantor DPC PDIP Kota Solo, Rabu 18 Maret 2026.

Simbol Empati, Bukan Solusi Utama

Aria menilai, pemotongan gaji pejabat dapat menjadi bentuk solidaritas moral pemerintah kepada rakyat. 

Namun, ia menegaskan, langkah tersebut bukanlah solusi utama untuk mengatasi persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih fokus pada kebijakan yang mampu meningkatkan daya beli, memperluas lapangan kerja, serta menekan angka pengangguran.

“Pemotongan itu penting sebagai simbol empati, tetapi yang jauh lebih utama adalah bagaimana kebijakan ekonomi mampu menjawab persoalan riil masyarakat,” tegasnya.

Aria juga mengingatkan agar wacana pemotongan gaji tidak berhenti sebagai perdebatan publik semata tanpa diikuti langkah konkret.

Ia menekankan pentingnya keputusan strategis dari pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi nasional maupun global yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai pejabat publik, yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan nyata yang cepat dan tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi,” pungkasnya.

Kategori :