SLAWI, diswayjateng.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Temu Inspirasi Literasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Gedung Perpustakaan Soekarno–Hatta Slawi, Jumat (06/03) petang.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas literasi untuk saling berbagi gagasan, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi dalam meningkatkan budaya membaca di masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah komunitas pegiat literasi di Kabupaten Tegal. Di antaranya Tegal Book Party, Forum Lingkar Pena, Civic Kolaborasik, Forum Pustakawan Kabupaten Tegal (ATPUSI), Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Yayasan Rukun (Literasi Lingkungan), Relawan Gesit, Komunitas Penulis Indonesia (KPI), The Big Book, Kerupuk Sega, Elite Academic, serta Lintang Edukasi.
Kehadiran berbagai komunitas ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam memajukan literasi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai pentingnya literasi bagi kehidupan masyarakat.
Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.
"Masyarakat dengan tingkat literasi yang baik cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis, akses informasi yang lebih luas, serta peluang ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat," ujarnya
Hari Nugroho juga menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Tegal. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara kolektif melalui berbagai program literasi yang berkelanjutan.
“Rendahnya IPLM di Kabupaten Tegal merupakan PR bersama bagaimana agar IPLM bisa naik,” ujarnya di hadapan para peserta kegiatan.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi titik awal lahirnya berbagai ide kreatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Hari juga mengungkapkan rencana inovasi layanan Perpustakaan Soekarno-Hatta. Ke depan, perpustakaan tersebut direncanakan membuka layanan hingga malam hari pada hari Sabtu, serta membuka layanan pada hari Minggu mulai pagi hingga sore.
Rencana tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Ia pun mengajak seluruh komunitas literasi untuk turut berpartisipasi menghidupkan kegiatan di perpustakaan melalui berbagai program edukatif dan kegiatan kreatif.
Pada sesi diskusi, masing-masing perwakilan komunitas diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan gagasan. Salah satunya datang dari Tegal Book Party yang diwakili oleh Qulub. Ia menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengembangan layanan perpustakaan daerah.
“Kami dari Tegal Book Party sangat mendukung kegiatan Perpusda Kabupaten Tegal jika buka hari Sabtu dan Minggu, sejalan dengan kegiatan kami yang biasa mengajak masyarakat membaca bersama di area publik, seperti di Alun-alun Tegal setiap hari Minggu,” ungkapnya.
Kegiatan Temu Inspirasi Literasi ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.