SLAWI, diswayjateng.com – Hujan deras yang disertai angin kencang kembali memicu kerusakan rumah warga di wilayah Kabupaten Tegal. Kali ini, angin kencang terjang Desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa, pada Rabu (4/3/2026) sore. Enam rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan berbeda, mulai dari ringan hingga berat.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan Bumijawa dan sekitarnya.
“Cuaca saat itu memang cukup ekstrem. Hujan turun cukup deras sejak sekitar pukul 14.30 WIB, lalu angin bertiup semakin kencang hingga sekitar satu jam kemudian beberapa atap rumah warga tidak kuat menahan terpaan angin,” ujar Sunarto, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, laporan awal diterima dari relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Bumijawa yang langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian. Hasil pendataan sementara mencatat tiga rumah mengalami kerusakan berat dan tiga rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Rumah yang mengalami rusak berat masing-masing milik Mustadi dan Sohiroh warga RT 02 RW 01, Yoga Wijaya warga RT 05 RW 06, serta Bajuri warga RT 01 RW 06.
Sementara rumah yang mengalami rusak ringan masing-masing milik Fatimah warga RT 02 RW 01, Tahir warga RT 04 RW 02, dan Da’an warga RT 03 RW 04.
“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang terlepas akibat terpaan angin. Ada yang gentengnya beterbangan, bahkan ada juga rangka atap yang ikut rusak,” ujarnya.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh warga yang rumahnya terdampak masih bertahan di rumah masing-masing karena kondisi bangunan dinilai masih bisa ditempati sementara.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk sementara warga masih bertahan di rumahnya, meskipun beberapa bagian atap memang perlu segera diperbaiki agar tidak semakin rusak ketika hujan turun lagi,” kata Sunarto.
Dia mengungkapkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah material bangunan, khususnya untuk memperbaiki atap rumah warga yang rusak. PMI bersama relawan setempat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur Forkopimcam Bumijawa untuk penanganan lanjutan.
“Tim SIBAT sudah melakukan asesmen lapangan dan melaporkan kondisi tersebut ke PMI Kabupaten Tegal serta Forkopimcam Bumijawa. Harapannya ada dukungan bantuan material agar rumah warga bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Sunarto juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Bumijawa.
“Kalau hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi, warga sebaiknya lebih waspada. Pastikan kondisi atap rumah aman dan segera lapor jika terjadi kerusakan agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.
Berdasarkan pembaruan laporan hingga Kamis (5/3/2026) pukul 11.30 WIB, tidak ada warga yang mengungsi. Namun, kerusakan pada sejumlah rumah masih memerlukan penanganan lanjutan agar aktivitas warga dapat kembali normal.