Sementara jalur menuju Jakarta masih tertutup hingga proses pembersihan lanjutan selesai dilakukan.
Sekitar pukul 22.00 WIB, pihak kepolisian memberlakukan sistem contraflow untuk mengurai kepadatan kendaraan arah Semarang dan Jakarta.
Camat Subah, M Yasin, menyebut dampak pohon tumbang terjadi sepanjang kurang lebih tiga kilometer dari Desa Adinuso hingga Desa Subah.
Akibat penutupan total tersebut, antrean kendaraan mengular hingga sekitar tujuh kilometer.
Titik kemacetan terpantau mulai dari Desa Clapar sebelum akhirnya perlahan bisa diurai setelah jalur dibuka sebagian.
Peristiwa ini menjadi salah satu gangguan lalu lintas terparah di jalur Pantura Batang dalam beberapa waktu terakhir.
BPBD Batang bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pembersihan sisa material pohon serta memastikan keamanan jalur sebelum dibuka normal dua arah.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur Pantura, terutama saat cuaca ekstrem disertai angin kencang.