Atap Gedung SMA Negeri 3 Pekalongan Roboh

Selasa 24-02-2026,12:03 WIB
Reporter : Mukhtarom
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com – Sebuah atap gedung SMA Negeri 3 Kota Pekalongan roboh pada Jumat sore (20/2/2026). Bangunan tersebut merupakan proyek revitalisasi sekolah oleh Kementerian Dikdasmen dan baru saja selesai pada akhir tahun 2025 lalu.

Saat Disway Jateng ke lokasi, kondisi atap ruangan perpustakaan yang roboh sudah dibersihkan, hanya menyisakan tumpukan reruntuhan di sekitar lokasi.

Bangunan tersebut menggunakan struktur baja ringan dan atap genting tanah liat.

"Benar, terjadi ambruknya ruang perpustakaan SMA Negeri 3 Pekalongan, pada tanggal 20 Februari, Jumat pukul 15.15. Saat itu kami masih berdiskusi di ruangan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Ternyata ada salah satu atap ruang perpustakaan ambruk. Alhamdulillah tidak ada korban," terang Moh Dulsalam, Plt. Kepala SMA Negeri 3 Pekalongan, saat ditemui Disway Jateng di ruangannya, Senin (24/2/2026).

Bangunan tersebut merupakan program swakelola dari Kemendikdasmen dengan total senilai Rp3,6 miliar untuk perbaikan beberapa ruang kelas dan ruang guru pada tahun 2025.

"Saya juga berkomunikasi dengan tim teknis dan meminta dilakukan analisis penyebabnya seperti apa, dan jika berdampak pada ruang lain saya minta dilakukan perbaikan secara menyeluruh," kata Moh Dulsalam.

Diakui, spesifikasi atap tidak sesuai rancangan awal, yang seharusnya beratapkan multiroof, namun dipasang atap genting.

"Atap seharusnya multiroof, ini masih kami diskusikan kembali dengan tim teknik. Nanti kami komunikasi ke masyarakat," ujar Moh Dulsalam.

Bangunan senilai miliaran tersebut diakuinya sudah lolos dari pemeriksaan pihak Inspektorat.

"Dari Inspektorat sudah dilakukan pemeriksaan dan lolos," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengaku prihatin atas musibah tersebut. Ia menuntut agar pihak pembuat gedung bertanggung jawab.

"Kami prihatin dengan ambruknya hasil revit (revitalisasi) SMA 3 Pekalongan. Yang mengerjakan nanti untuk bertanggung jawab mengerjakan kembali, ini tentu bahan evaluasi ke depan agar peristiwa tidak terulang lagi," ujarnya.

Menurut Kusno, penggantian atap dari multiroof menjadi genting menjadi salah satu penyebab robohnya gedung tersebut.

"Harusnya konstruksi multiroof, tapi ini pakai genting. Ini sudah tidak sesuai, meski niatnya mungkin baik agar sama dengan ruang sebelahnya," pungkas Kusno.

Saat ini aktivitas belajar masih tetap berjalan, dan sebagian siswa dipindahkan kelasnya menjauhi ruangan yang roboh untuk alasan keamanan.

Kategori :