Dari Kandang Ayam hingga Susu Bubuk, Program Ekonomi Ansor Batang Digeber

Sabtu 31-01-2026,12:34 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Menurutnya, kader Ansor akan dilibatkan sebagai pengelola sekaligus tenaga operasional dalam usaha tersebut.

Ia menyebut skema ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi kader.

“Kandang ayam itu nanti penjaganya juga dari kader-kader kita,” jelasnya.

Selain kandang ayam, Ansor Batang juga menjalin sinergi dengan PWNU melalui program KONUKU.

KONUKU merupakan program pengolahan susu sapi segar menjadi susu bubuk yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Program tersebut direncanakan akan didistribusikan dan dikembangkan melalui jaringan kader Ansor hingga tingkat PAC dan ranting.

“Program KONUKU itu susu sapi yang diserbuk menjadi susu bubuk, dan nanti disalurkan ke kader-kader dari PAC sampai ranting,” ujar Gus Tolkhah.

Ia menegaskan bahwa fokus kemandirian ekonomi Ansor Batang saat ini memang masih bertumpu pada dua program utama tersebut.

“Iya, fokusnya tadi memberdayakan kader melalui dua program itu sementara ini,” katanya.

Untuk usaha kandang ayam, Gus Tolkhah menjelaskan bahwa yang dikembangkan adalah ayam pedaging.

“Ini kandangnya daging, mungkin panennya satu bulan sekali,” jelasnya.

Gus Tolkhah menilai model usaha sederhana namun berkelanjutan seperti ini lebih realistis untuk diterapkan di tingkat kader.

Selain aspek ekonomi, Ansor Batang juga tidak menutup mata terhadap tantangan perkembangan teknologi.

Gus Tolkhah menyadari bahwa era digital dan kecerdasan buatan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi kepemudaan.

Menjawab hal tersebut, Ansor Batang telah menyiapkan Departemen Informasi dan Komunikasi.

Ia menyebut kader di Departemen Infokom dinilai sudah cukup adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Kategori :