Diawali 300 Ayat Kursi, Pemkab Batang dan Ratusan Petani Gropyok Tikus di 150 Hektare Sawah Ponowareng

Kamis 27-02-2025,15:05 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Wawan Setiawan

BATANG, diswayjateng.id - Tikus menjadi mimpi buruk bagi petani di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. 

Sudah dua tahun berturut-turut, 150 hektare sawah di wilayah ini gagal panen akibat serangan hama pengerat tersebut.

Gropyokan tikus digelar besar-besaran sebagai upaya penyelamatan. 

Kegiatan ini diawali dengan istighosah, ritual doa bersama, yang dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Pertanian sejak pukul 06.00 pagi.

BACA JUGA: Direktur RSUD Kalisari Batang Ungkap Utang Obat Rp15 Miliar, Katanya Tak Pengaruhi Pelayanan Pasien

BACA JUGA: 7 Puskesmas di Batang Belum Miliki Tanah Sendiri, Dinkes: DAK Terhambat

“Kegiatan istighosah ini sifatnya ritual. Sebelum gropyokan dimulai, kami membaca 300 ayat kursi bersama. Setelah itu, baru dilakukan pembasmian tikus secara masif,” ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi di kantornya, Kamis 27 Februari 2025.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Rini Diana Anggriani, menambahkan aksi gropyokan itu, tikus yang berhasil ditangkap mencapai sekeranjang penuh. Total ada 100 petani yang ikut gropyokan.

Petani dibuat ngeri melihat banyaknya hama yang selama ini menggerogoti padi mereka. 

Gropyokan ini tidak sekadar menangkap tikus, tetapi juga diiringi dengan bantuan rodentisida serta pembangunan rumah burung hantu sebagai predator alami.

BACA JUGA: Kalah dari Persika Karanganyar, Persibat Batang Tersingkir di Semifinal Liga 4 Jateng

BACA JUGA: 53 Tahun Puskesmas Subah Pakai Tanah Desa, DPRD Batang Desak Percepatan Tukar Guling

Kementerian Pertanian turut memberikan perhatian serius. 

Saat menghadiri gropyokan, mereka langsung mendata kebutuhan mendesak petani. 

Salah satunya adalah perbaikan saluran irigasi yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

Kategori :