Diet ketogenik adalah dengan menganjurkan mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak. Lemak yang dimaksud adalah lemak baik yang berasal dari kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, minyak ikan, dna minyak zaitun).
Bukan lemak jenuh atau asam lemak trans yang ditemukan dalam daging olahan dan makanan cepat saji dan beku. Diet ini menyebabkan tubuh memecah timbunan lemak untuk bahan bakar energi. Serta dapat menciptakan zat yang disebut keton, melalui proses yang disebut ketosis.
4. Diet Vegan
Diet vegan adalah diet yang dilakukan dengan tidak mengonsumsi makanan berbasis hewani termasuk telur, susu, dan madu. Vegan biasanya tidak mengadopsi veganisme hanya untuk kesehatan, tapi karena lingkungan, etika, dan welas asih.
Jenis diet ini berpegang pemahaman jika semua orang mengonsumsi makanan nabati, maka:
- Lingkungan akan mendapat manfaat.
- Hewan akan lebih sedikit menderita.
- Lebih banyak makanan akan diproduksi.
- Orang pada umumnya akan menikmati kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.
Diet vegan sangat efektif dalam membantu menurunkan berat badan dan membantu mendapatkan tubuh ideal. Karena kandungan lemak dan seratnya yang sangat rendah sehingga merasa kenyang lebih lama.
BACA JUGA:Program Diet Keto, Jangan Lakukan 6 Kesalahan ini Agar Program Dietmu Sukses
5. Diet Paleo
Melansir Food Spring, diet paleo mengacu seperti pola makan manusia gua dahulu. Ide dibalik diet tersebut adalah bahwa kita merasakan yang terbaik saat makan seperti nenek moyang era Paleotik.
Makanan seperti, sereal, yogurt, dan keju tidak ada di Zaman Batu, jadi tidak seharusnya mengonsumsi bahan tersebut. Secara umum, diet paleo mencakup makanan seperti: