Cegah Perpecahan di Era Digital, Amelia Anggraeni Ajak Pemuda Kebumen Perkuat Nilai Pancasila
Anggota MPR RI Amelia Anggraeni mengajak generasi muda memperkuat nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa dalam Sarasehan Kebangsaan di Kabupaten Kebumen, Sabtu (7/11/2026).-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
KEBUMEN, diswayjateng.id – Derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. Anggota MPR RI, Amelia Anggraeni, mengingatkan anak muda agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya karena berpotensi memicu perpecahan.
Pesan tersebut disampaikan Amelia dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan yang digelar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026) sore. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk karang taruna dan kelompok masyarakat dari sejumlah desa.
Dalam kegiatan tersebut, Amelia mengajak peserta memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan dibagi menjadi empat tema, yakni musyawarah, fungsi MPR RI, generasi muda di era digitalisasi, serta penyerapan nilai-nilai Pancasila.
Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu mengatakan, MPR RI memiliki tugas penting sebagai pengawal konstitusi dan penjaga kedaulatan rakyat. Salah satu upaya menjalankan peran tersebut adalah terus menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
BACA JUGA: Polres Tegal Salurkan 35.000 Liter Air Bersih untuk Warga Danawarih
BACA JUGA: 64 SMP di Batang Ikuti LCC Empat Pilar Kebangsaan, Orasi jadi Cabang Baru
“Ini kami lakukan sebagai syiar di masyarakat agar nilai-nilai kebangsaan terus bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kebumen,” ujar Amelia.
Ia menyebut, sarasehan tersebut dibagi menjadi empat kelas. Setiap kelas diikuti peserta dari enam desa yang berasal dari berbagai unsur masyarakat.
Materi yang disampaikan diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap empat konsensus dasar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Amelia menilai, pemahaman terhadap empat konsensus dasar tersebut penting, terutama bagi generasi muda yang kini hidup di tengah perkembangan teknologi informasi.
BACA JUGA: Longsor di Curug Lawe Sicepit Kendal, Satu Wisatawan Asal Tegal Tewas dan Tiga Luka
BACA JUGA: Korsleting Alat Pemanas Picu Kebakaran Kandang Ayam di Kudus, Pemilik Rugi Rp 800 Juta
Menurutnya, media sosial memang memudahkan masyarakat memperoleh informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, generasi muda harus memiliki sikap kritis dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terbukti kebenarannya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, generasi muda Kebumen semakin memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Nilai-nilai Pancasila juga diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
