Hujan Telah Turun, Tapi Sumur Warga Jatinegara Tegal Masih Kering Kerontang
ANTRE - Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal mengantre bantuan air bersih, Selasa (3/11/2026).--
SLAWI, diswayjateng.id — Kedatangan musim hujan ternyata belum sepenuhnya menjadi obat penawar bagi warga di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Meski langit sudah beberapa kali menumpahkan air, sumur-sumur warga Jatinegara Tegal hingga kini masih kerontang dan belum terisi.
Dampaknya, warga di Desa Tamansari dan Dukuhbangsa harus terus merogoh kocek demi menyambung hidup. Pasokan air dari sumur andalan masih seret, memaksa mereka membeli air bersih eceran untuk kebutuhan sehari-hari.
Krisis air berkepanjangan ini menggerakkan Perum Perhutani KPH Pemalang untuk kembali turun gunung. Selama dua hari berturut-turut pada Senin–Selasa (2–3/11/2026), truk tangki bantuan air bersih digelontorkan ke dua desa tersebut.
Administratur (Adm) KPH Pemalang, Heri Nur Afandi, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini sengaja digeber lantaran faktanya warga masih kesulitan mendapatkan air bersih meski hujan mulai turun di beberapa titik.
BACA JUGA:BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026
BACA JUGA:Pasca Keracunan, PAUD Kid Fun Education Boyolali Sepakati Penghentian Sementara MBG
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Meskipun hujan sudah mulai turun, faktanya kebutuhan air bersih warga masih belum sepenuhnya terpenuhi," ungkap Heri.
Sumyati, salah seorang warga Desa Tamansari, membenarkan bahwa hujan memang sempat mengguyur wilayahnya sepekan terakhir. Namun, intensitas yang masih rendah belum mampu meresap dan mendongkrak debit air sumur mereka.
Akibatnya, warga harus tetap memutar otak dan mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih.
"Di desa kami dalam sepekan ini sudah beberapa kali turun hujan. Namun, debit airnya masih sedikit. Makanya, kami masih harus membeli air. Untuk satu jeriken, harganya Rp3.000," keluh Sumyati.
BACA JUGA:Pangkas Anggaran, Pembangunan Desa di Kabupaten Tegal Terancam Mandek
BACA JUGA:Viral Video Diduga Hendak Tawuran Bawa Celurit di Purworejo, Polisi Amankan 24 Remaja
Bagi warga kecil seperti Sumyati, pengeluaran tambahan ini tentu cukup memberatkan. Tak heran jika bantuan air bersih dari Perhutani disambut dengan rasa syukur yang mendalam.
Sebagai solusi jangka panjang, KPH Pemalang juga berencana menggencarkan program penghijauan. Rencananya, kawasan sempadan sungai di wilayah tersebut bakal ditanami aneka pohon buah untuk mendongkrak daya resap air sekaligus menjaga kelestarian sumber mata air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

