Ratusan Massa Islam Geruduk Mapolres Sukoharjo, Tuntut Kapolda Jateng Dicopot
Massa umat Islam saat aksi demo di depan pintu gerbang Mapolres Sukoharjo Rabu 4/11)-Umar Dani -
SUKOHARJO, diswayjateng.id – Ratusan massa yang tergabung dalam aksi Bela Santri mendatangi Markas Polres (Mapolres) Sukoharjo. Mereka menuntut pertanggungjawaban aparat kepolisian terkait penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Dalam aksi tersebut, massa membawa bendera, poster, dan spanduk berisi sejumlah tuntutan. Salah satu tuntutan utama adalah pencopotan Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan.
Sejumlah poster yang dibawa peserta aksi bertuliskan antara lain "Aksi Bela Islam", "Copot Kapolda Jateng", "Copot Kapolres Sukoharjo", hingga "Islamophobia di Kepolisian".
Massa yang mengikuti aksi berasal dari sejumlah organisasi dan elemen masyarakat Islam, di antaranya FPI Jawa Tengah, Front Jihad Indonesia (FJI), serta Kokam Muhammadiyah Solo.
BACA JUGA:Mabes Polri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Pejabat Satreskrim Buntut Penggeledahan Ponpes
Koordinator aksi, Abu Fatih, yang juga Ketua FPI Klaten sekaligus juru bicara aksi, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk protes keras terhadap tindakan aparat kepolisian saat melakukan penggeledahan di lingkungan pondok pesantren putri.
Menurutnya, tindakan aparat dinilai arogan dan melampaui batas kewajaran dalam menjalankan tugas. Abu Fatih menyoroti kedatangan aparat ke lingkungan pondok pesantren yang disebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB.
Massa menilai waktu dan cara pelaksanaan penggeledahan tersebut tidak semestinya dilakukan di lingkungan pesantren putri. Atas kejadian itu, massa mendesak adanya evaluasi serius terhadap jajaran kepolisian.
Mereka juga meminta Kapolda Jawa Tengah dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut. Bahkan, massa memberikan ultimatum kepada pihak berwenang.
BACA JUGA:Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar, Pemprov Jateng Dampingi Anak-anak
BACA JUGA:Diperiksa KPK, Plt Bupati Sukoharjo Sebut Jawab 23 Pertanyaan
Jika hingga 2 Desember mendatang tuntutan pencopotan Kapolda Jateng tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan mengepung Markas Polda Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta secara bergantian menyampaikan orasi untuk menyuarakan tuntutan mereka. Massa kemudian diterima Wakapolres Sukoharjo Kompol Parwanto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
