Polisi Sahabat Anak Warnai Peringatan Sumpah Pemuda di SDN Panggung 6 Tegal
Polisi Sahabat Anak Warnai Peringatan Sumpah Pemuda di SDN Panggung 6 Tegal--
TEGAL, diswayjateng.id – Suasana khidmat tampak menyelimuti halaman SDN Panggung 6 Kota Tegal saat menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). Ada yang istimewa dalam upacara kali ini karena pihak sekolah menghadirkan jajaran kepolisian untuk membakar semangat para siswa.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kanit Kamsel Satlantas Polres Tegal Kota, Iptu Yuli Siswanto, S.H., yang hadir mewakili Kapolres Tegal Kota. Di hadapan ratusan siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan, ia membakar semangat nasionalisme generasi muda.
Dalam amanatnya, Iptu Yuli mengajak para siswa untuk meneladani semangat perjuangan para pemuda tahun 1928 dengan menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama sejak bangku sekolah dasar.
Menurutnya, menjaga persatuan bangsa bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekolah dan rumah, seperti rajin belajar, menghormati guru serta orang tua, saling tolong-menolong, dan patuh pada aturan.
BACA JUGA:Perburuan 5 Kursi Kepala Dinas di Tegal Memanas, Bupati Kantongi 15 Nama Terbaik
BACA JUGA:Mencegah Lonjakan HIV/AIDS di Tegal, MUI Usulkan Razia Kos dan Tempat Hiburan
“Para siswa sebagai generasi penerus bangsa hendaknya mulai menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama sejak dini,” pesan Iptu Yuli di tengah kegiatan.
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SDN Panggung 6 Kota Tegal, Widji Sulistyo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran jajaran Polres Tegal Kota di sekolahnya. Ia menilai kehadiran aparat kepolisian memberikan pengalaman berharga bagi para siswanya untuk memperkuat semangat kebangsaan.
Selain itu, momen ini juga menjadi sarana efektif bagi anak-anak untuk mengenal sosok polisi yang humanis, ramah, dan bersahabat.
“Ini kebanggaan tersendiri bagi anak-anak kami, bisa berinteraksi langsung dan belajar kedisiplinan dari kepolisian,” ungkap Widji.
BACA JUGA:Dihantam Rob dan Pandemi, Barozi Sang Perajin Batik Pekalongan Menjaga Asa Lewat Kemitraan TBIG
BACA JUGA:PT Djarum Buka Suara Usai Digeledah KPK, Tegaskan Siap Kooperatif
Diselingi Edukasi Tertib Berlalu Lintas
Usai rangkaian upacara selesai, suasana berubah lebih santai namun sarat edukasi. Jajaran Satlantas Polres Tegal Kota langsung mengambil alih panggung untuk menyosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara melalui program Operasi Patuh Candi 2026.
Petugas memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini. Beberapa poin penting yang disosialisasikan meliputi:
-
Wajib menggunakan helm standar saat dibonceng naik motor.
-
Larangan berboncengan lebih dari satu orang.
-
Larangan tegas bagi anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.
Tidak hanya kepada siswa, imbauan khusus juga diberikan kepada para guru agar aktif mengingatkan orang tua murid. Wali murid diminta untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menggunakan kelengkapan berkendara saat mengantar maupun menjemput anak sekolah.
Melalui program Polisi Sahabat Anak ini, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Polres Tegal Kota, dewan guru, dan para siswa sambil membentangkan spanduk Operasi Patuh Candi 2026.
Diharapkan, sinergi ini mampu menanamkan nilai-nilai persatuan, kedisiplinan, serta kesadaran hukum dalam diri generasi muda, selaras dengan semangat Sumpah Pemuda: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

