Dicari Warganet, Emak-emak Penjual Kopi Keliling yang Usir Warga Dua Hari Tak Mangkal

Dicari Warganet, Emak-emak Penjual Kopi Keliling yang Usir Warga Dua Hari Tak Mangkal

PENERTIBAN : Jalan Laksda Adi Sucipto usai penertiban oleh tim gabungan, Selasa 27 Oktober 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Usai mengusir warga, emak-emak penjual kopi keliling menggunakan mobil yang biasa mangkal di Jalan Laksda Adi Sucipto dua hari terakhir tak terlihat mangkal di samping Polres Salatiga. 

Keberadaan emak-emak ini banyak dicari warganet Salatiga, khususnya. Namun, sejumlah warga dan pedagang lain berada di sepanjang Jalan Laksda Adi Sucipto dan seputaran Alun-alun Lapangan Pancasila ingat betul bagaimana sikap arogan dan kasar si ibu saat memarahi warga yang tengah duduk di kursi disediakan Pemkot Salatiga. 

"Sudah dua hari ini kalau tidak salah kejadiannya, sampai sekarang belum jualan. Iya, Ibu itu dengan suara keras memarahi warga yang duduk di kursi besi di trotoar samping Polres Salatiga," ungkap seorang pria, warga Salatiga, enggan identitasnya terkuak. 

Ia pun tak menyangka, jika kejadian itu sampai viral dan masuk dalam Kanal pengaduan Pak Gub. 

BACA JUGA: Sempat Viral di Kanal Lapor Gub, Tiga Dinas 'Opyak-opyak' PKL yang Mangkal di Samping Polres Salatiga

BACA JUGA: Logo Baru PDAM Kota Salatiga, Ini Makna Terkandung di Dalamnya

Sementara, seorang ibu rumah tangga mantan anggota DPRD Salatiga N juga pernah memergoki pedagang kopi keliling memarahi warga yang ingin beristirahat di kursi disediakan Pemkot Salatiga sepanjang trotoar. 

Kejadian itu membuat N prihatin, mengingat fasilitas umum disediakan Pemkot Salatiga bukan untuk dikuasai satu pihak tertentu saja. 

"Ini emang meresahkan kok, pas aq liat ada warga duduk di kursi fasum diomel-omelin gegara gak beli makanan/ minuman. Padahal warga duduk difasum bukan kursi penjual, kan bebas harusnya ya yang jualan aja yang gak mudeng. Maunya fasum meh dikuasai buat jualan," ungkap N. 

BACA JUGA: Senyum Sumringah Ruwiyati dan Erni Ulat Ningsih, Dua Atlet Legendaris Salatiga Kawal Obor PORPROV XVII

BACA JUGA: Salatiga Jadi 'Pilot Project', Program Penanganan Narkotika dari BNNP

Ia berharap, pedagang keliling lebih tahu diri dan tertib saat memanfaatkan fasum disediakan Pemkot Salatiga. Apalagi, tidak dibenarkan berjualan di area yang jelas dilarang. 

Sebelumnya, sejumlah Padagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di Jalan Laksda Adi Sucipto (Samping Polres Salatiga) 'diopyak-opyak' tiga dinas di lingkungan Pemkot Salatiga, Senin 26 Oktober 2026. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait