Slamet Trail Run 2026: 1.031 Pelari Ramaikan Guci

Slamet Trail Run 2026: 1.031 Pelari Ramaikan Guci

SLAMET TRAIL RUN 2026 – Sebanyak 1.031 pelari ramaikan kawasan wisata Guci, ajang sport tourism dengan hadiah terbesar.-Yeri Noveli-Radar Slawi

SLAWI, diswayjateng.id – Suasana kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, mendadak bergemuruh pada Sabtu (24/10/2026) malam. Sebanyak 1.031 pelari dari berbagai penjuru tumpah ruah untuk ambil bagian dalam ajang bergengsi Slamet Trail Run 2026 yang dirangkai dengan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah.

Tak sekadar menguji ketahanan fisik menaklukkan jalur ekstrem gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut, ajang ini juga menjadi panggung utama penjaringan atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.

Ajang Lari Lintas Alam dengan Hadiah Terbesar

Digelar dengan konsep sport tourism, ajang ini sukses menarik 908 peserta di kategori umum dan 123 atlet yang berlaga di Kejurda ALTI Jateng. Panitia menyediakan lima kategori lomba yang menantang, mulai dari 45K, 25K, 15K, 7K, hingga 5K Fun Trail.

Project Director Slamet Trail Run, Alex Fajar, mengungkapkan bahwa antusiasme tahun ini sangat tinggi karena karakter Gunung Slamet menawarkan daya tarik tersendiri bagi para pelari lintas alam.

BACA JUGA:Atlet Muda Blora Butuh Ruang Berkembang, Danang Wicaksana Singgung Fasilitas GOR Mustika

BACA JUGA:Bintang The Raid, Tegar Satrya Tantang Sineas Muda Kota Semarang Tembus Film Nasional

Terlebih, panitia menggelontorkan total hadiah Rp97,5 juta—nilai yang diklaim terbesar untuk ajang lari lintas alam sejenis di Indonesia. Sejumlah kategori bahkan menuntut pelari untuk berjuang sejak malam hingga dini hari, menguji fisik sekaligus mental di tengah sejuknya malam pegunungan.

Misi Ganda: Cetak Atlet PON dan Bangkitkan Guci

Selain urusan prestasi, Slamet Trail Run 2026 membawa misi besar untuk mengembalikan kejayaan Guci sebagai magnet pariwisata unggulan Kabupaten Tegal.

"Konsep acara ini adalah sport tourism. Kami ingin memublikasikan bahwa Guci sudah pulih dan mengajak masyarakat dari seluruh Indonesia untuk berwisata ke Kabupaten Tegal," ujar Alex dalam konferensi pers di Gulala Azana Hotel and Resort Guci.

Kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya memberikan angin segar bagi warga lokal. Sektor perhotelan, penginapan, sentra kuliner, hingga pelaku UMKM ikut merasakan berkah langsung dari keramaian acara ini.

BACA JUGA:Dansa Semarang Sabet 7 Medali di Porprov Jateng 2026, Amira Berprestasi meski Cedera Paha

BACA JUGA:Atlet Selam Jepara Meninggal Saat Porprov Jateng 2026, KONI Kota Semarang Dorong Evaluasi Keselamatan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, yang hadir mewakili Bupati Ischak Maulana Rohman, mengapresiasi penuh kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. Ia mengajak para peserta untuk menikmati kuliner lokal dan memborong produk khas Tegal sebagai bentuk dukungan bagi ekonomi kerakyatan.

Pesan Konservasi: Taklukkan Jalur, Jaga Alam

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng yang juga Ketua Umum Pengurda ALTI Jateng, Sumarno, mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan dalam olahraga ekstrem ini. Mengingat kawasan Gunung Slamet tengah menghadapi tantangan berkurangnya sumber air, rangkaian kegiatan ini turut diisi dengan aksi penanaman pohon.

"Dalam olahraga ini, kita selalu berinteraksi dengan alam. Karena itu, kita juga harus belajar mencintai dan menjaga alam. Berkurangnya sumber air di Gunung Slamet harus menjadi perhatian kita bersama," tegas Sumarno.

Melihat suksesnya penyelenggaraan edisi kedua ini—setelah sukses perdana di Purbalingga pada 2025—Sumarno bahkan membuka peluang agar Jawa Tengah bisa naik level menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 2027 mendatang.

Melalui Slamet Trail Run 2026, Guci kini tak lagi sekadar destinasi liburan keluarga, melainkan bertransformasi menjadi pusat lahirnya atlet-atlet lari lintas alam tangguh berprestasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: