KAI Daop 4 Semarang Catat 5 Dugaan Pelecehan Seksual, 3 Libatkan Petugas Perempuan

KAI Daop 4 Semarang Catat 5 Dugaan Pelecehan Seksual, 3 Libatkan Petugas Perempuan

KAI Daop 4 Semarang mencatat lima dugaan pelecehan seksual hingga 21 Oktober 2026. -Dok.-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat lima kejadian dugaan tindakan asusila selama Januari hingga 21 Oktober 2026. Tiga kejadian di antaranya melibatkan petugas perempuan yang sedang menjalankan tugas pelayanan di kereta api. 

Data tersebut menjadi perhatian KAI Daop 4 Semarang untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, dan perlindungan terhadap pelanggan maupun petugas. Sebagai bagian dari upaya tersebut, edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual digelar bersama komunitas railfans di Stasiun Semarang Tawang. 

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian tidak dapat ditoleransi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan memperhatikan keselamatan dan privasi korban. 

“Bagi KAI, keselamatan dan rasa aman pelanggan maupun petugas merupakan prioritas. Kami ingin memastikan setiap orang dapat melakukan perjalanan dengan tenang, tanpa rasa takut terhadap tindakan pelecehan seksual,” ujar Luqman, Kamis (22/10/2026). 

BACA JUGA:Ribuan Santri Tumpah Ruah di Alun-Alun Demak, Eisti’anah Ingatkan Tantangan Era Digital

BACA JUGA:Diduga Cemari Sungai Jatinegara, Bupati Kebumen Minta RPA Pangestu Broiler Setop Buang Limbah

Lima Orang Dikenai Sanksi Blacklist Selama Satu Tahun 

Berdasarkan data penanganan KAI Daop 4 Semarang, lima orang telah dikenai sanksi blacklist selama satu tahun. Sanksi tersebut diterapkan terhadap pelaku yang pelanggarannya telah dinyatakan terbukti melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan perusahaan. 

Selain blacklist, pembatasan penggunaan layanan kereta api juga dapat diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan. 

KAI Daop 4 Semarang juga menaruh perhatian terhadap dugaan tindakan asusila yang melibatkan petugas perempuan saat menjalankan tugas pelayanan. Dari lima kejadian yang tercatat sejak Januari hingga 21 Oktober 2026, tiga kejadian di antaranya melibatkan petugas onboard perempuan. 

Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat mekanisme pelaporan, pengawasan, serta perlindungan bagi seluruh individu di lingkungan perkeretaapian. 

Talkshow Anti-Pelecehan Seksual Digelar di Stasiun Semarang Tawang 

Penguatan edukasi pencegahan pelecehan seksual dilakukan melalui talkshow yang digelar KAI Daop 4 Semarang bersama Komunitas Railfans Daop 4 di Stasiun Semarang Tawang. 

Diskusi tersebut menghadirkan AKP Yuni Utami, S.H., M.H., Ps. Kanit 2 Subdit 1 Ditres PPA-PPO Polda Jawa Tengah; Umi Kharisma Wati, mahasiswa aktif Universitas Diponegoro sekaligus perwakilan masyarakat pengguna jasa kereta api; serta Luqman Arif selaku Manager Humas KAI Daop 4 Semarang. 

Pembahasan meliputi pencegahan pelecehan seksual, perlindungan korban, serta peran masyarakat dalam menjaga keamanan selama perjalanan kereta api. Melalui kegiatan tersebut, pelanggan diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali tindakan pelecehan dan berani melaporkannya. 

Selain talkshow, sosialisasi juga dilakukan melalui pembagian bunga mawar kepada pelanggan sebagai simbol kepedulian. Penandatanganan petisi pada banner turut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya perjalanan kereta api yang aman dan saling menghormati. 

Pelanggan Diminta Segera Melapor Jika Mengalami Pelecehan 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait