Pemkab Tegal Bersinergi Kawal Penanganan Limbah B3
REMBUG – Bupati Tegal pimpin audiensi penanganan limbah B3.--
SLAWI,diswayjateng.id – Upaya Pemkab Tegal untuk mengawal penanganan limbah B23 (bahan berbahaya beracun) kini terus dilakukan. Kali ini bersama Yayasan Pure Earth langkah menuntaskan permasalahan limbah B3 khususnya di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna akan terus dilakukan .
Pelaksana tugas kepala Dinas Lingkungan Hidup, Taroyo dikesempatan ini menyampaikan capaian dan hambatan kedepan dalam mengawal penanganan limbah B3 yang membutuhkan dana tidak sedikit.
“Diperkirakan butuh dukungan anggaran kurang lebih Rp 20 millar,” ujarnya Selasa (20/10).
Gelaran kegiatan audiensi kali ini turut dihadiri langsung Bupati Tegal, Setda, Asisten 2, dan jajaran struktural serta perwakilan FKUI, dan Anggota Perwakilan berikut manager Yayasan Pure Earth beserta Tim.
BACA JUGA:Truk Boks Oleng di Tanjakan Slumut Magelang, Satu Orang Meninggal dan Tiga Luka
BACA JUGA:Polres Tegal Gelontorkan 20.000 Liter Air Bersih di HUT Humas Polri ke-75
Sementara itu informasi dari yayasan Pure Earth, Budi Setyorini menyampaikan bahwasanya untuk kegiatan kerjasama ini telah dilakukan sejak 2015 dari konsepnya yang disusun dan direncanakan pada tahun 2014.
“Desa Pesarean telah menjadi fokus dikarenakan terdapat pabrik peleburan dan pengolahan aki/accu bekas yg terkandung logam sangat berat didalamnya (mercury). Fokus lokasinya terdapat di lokasi makam Amangkurat-1 sebagaimana telah mendapatkan perhatian dan penanganan terhadap lingkungan,” cetusnya.
Pada 2024 lalu juga telah dilakukan RPFLH untuk rencana aksi dan mitigasi berikut dengan DEDnya di Desa Pesarean.
"Yayasan Pure Eaerth memohon adanya keberlanjutan kemitraan dengan Pemkab Tegal. Diantaranya pemulihan lahan di Desa Pesarean, kunjungan donor, Mitra dari Kantor Pusat Pure Earth. Dengan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik tentunya Kabupaten Tegal menjadi contoh Piloting Champions dalam penanganan dampak timbal di wilayahnya di regional Jateng,” ungkapnya.
BACA JUGA:Kebakaran Gunung Sumbing, Semua Jalur Pendakian Ditutup Sementara
BACA JUGA:Polda Jateng Razia Tempat Hiburan Malam di Semarang, Ini Hasilnya
Sementara itu mitra kerja dari FKUI dikesempatan ini menyebutkan kelompok kelompok yang sangat rentan adalah anak anak balita dan ibu hamil. Dimana proporsi kadar timbal yang masuk kedalam peredaran darah membutuhkan pemeriksaan dan penanganan khusus dalam mengobati; Status terkini anak – anak di Desa Pesarean dibutuhkan penanganan segera karena berdampak terhadap tumbuh kembang anak melebihi ambang batas.
Sementara itu Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman memegaskan bahwa Pemkab Tegal telah mengalokasikan dana untuk meremediasi terhadap lahan yg terkontaminasi. Bupati juga menyatakan apakah perlu direncanakan LIK-2 dengan pembukaan lahan baru di kawasan Pantura, sebagai upaya mitigasi lokasi dan juga upaya relokasi adaptasi terhadap penanganan limbah perusahaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
