Kebakaran Gunung Sumbing, Semua Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Kebakaran hutan di Gunung Sumbing membuat jalur pendakian ditutup sementara.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
WONOSOBO, diswayjateng.id — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing, Kabupaten WONOSOBO, Jawa Tengah, membuat seluruh jalur pendakian ditutup sementara. Polres WONOSOBO berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Temanggung dan Magelang untuk memastikan kebijakan penutupan diterapkan di berbagai basecamp.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, penutupan jalur menjadi langkah mitigasi untuk mencegah pendaki memasuki kawasan yang berisiko terdampak kebakaran.
“Langkah mitigasi yang pertama adalah menutup jalur pendakian Sumbing dari berbagai basecamp,” kata Ricky, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ricky, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena kawasan Gunung Sumbing mencakup jalur pendakian yang berkaitan dengan beberapa kabupaten. Karena itu, Polres Wonosobo menjalin koordinasi dengan Polres Temanggung dan Polres Magelang.
BACA JUGA: RS Menumpuk di Utara, Komisi IV DPRD Batang Dorong Investor Bangun Fasilitas di Selatan
BACA JUGA: Berawal dari Klakson Motor, Pemuda Dikeroyok di Kudus, 8 Orang Diamankan
Langkah tersebut dilakukan agar pengawasan akses pendakian berjalan terpadu dan tidak ada pendaki yang nekat memasuki kawasan selama situasi belum dinyatakan aman.
Penutupan jalur diberlakukan setelah kebakaran hutan terdeteksi di sekitar Pos 4 jalur pendakian via Pencar, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Senin (19/10/2026).
Informasi awal kebakaran berasal dari rombongan pendaki yang melihat titik api saat berada di sekitar Pos 3. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pengelola basecamp dan kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Petugas gabungan yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, BPBD, pengelola basecamp, dan relawan melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan.
BACA JUGA: Api Lahap Lahan di Tegal Sehari Tiga Kali, Petugas Damkar Keliling Marathon
BACA JUGA: Lanal Tegal Gelar Uji Terampil Glagaspur P1 dan P2, Uji Kesiapan Prajurit Hadapi Situasi Darurat
Ricky menegaskan, keselamatan pendaki menjadi pertimbangan utama dalam penanganan kejadian tersebut.
Aktivitas pendakian belum diperbolehkan kembali sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dan kawasan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
