Api Lahap Lahan di Tegal Sehari Tiga Kali, Petugas Damkar Keliling Marathon
PEMADAMAN - Petugas Damkar Kabupaten Tegal saat berjibaku memadamkan api yang membakar lahan alang-alang, Minggu (18/10/2026).--
SLAWI, diswayjateng.id - Fenomena kebakaran di Kabupaten Tegal pada Minggu (18/10) benar-benar menguras keringat petugas pemadam kebakaran. Betapa tidak, dalam rentang waktu kurang dari tujuh jam, api mengamuk dan melahap lahan di tiga lokasi berbeda secara beruntun!
Aksi 'marathon' petugas Damkar Kabupaten Tegal ini melanda kawasan Dukuhturi, Adiwerna, hingga Dukuhwaru. Pemicunya disinyalir karena kebiasaan membakar sampah dan lahan sembarangan yang diperparah hembusan angin kencang.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi mengakui ketatnya intensitas penanganan hari itu.
“Sehari sampai tiga kali, sudah seperti minum obat,” cetusnya menggelengkan kepala.
BACA JUGA:Sempat Bingung hingga Sekolah Batalkan Study Tour, Biro Wisata Kebumen Kini Lega
BACA JUGA:Disdikpora Kebumen Tegaskan Outing Class Tak Dilarang, Ini Syarat dan Batas Wilayahnya
Rangkaian Teror Si Jago Merah
Skenario buruk itu dimulai pada siang hari, sekitar pukul 10.35 WIB. Kebun dan lahan alang-alang milik Agus di Desa Debong Wetan, Dukuhturi, mendadak membara. Diduga kuat, ada oknum yang membakar lahan hingga api tak terkendali disapu angin. Armada Pos Slawi yang meluncur pukul 10.40 WIB harus berjibaku hampir satu jam sebelum akhirnya benar-benar menjinakkan api pukul 12.05 WIB.
Napas petugas belum sepenuhnya pulih ketika sore hari teror serupa berulang. Pukul 16.30 WIB, giliran lahan alang-alang milik Tarmuji di Desa Ujungrusi, Adiwerna, yang dilalap api. Penyebabnya senada: aksi bakar lahan oleh warga. Petugas bertindak cepat dan berhasil melokalisir kobaran api tepat pukul 17.15 WIB.
Ujian terberat datang menjelang petang. Hanya berselang 15 menit usai penanganan di Ujungrusi—tepatnya pukul 17.30 WIB—panggilan darurat Call Center 112 kembali berdering.
Kali ini, lahan alang-alang dan rumpun bambu milik Rusjo di Desa Bulakpacing, Dukuhwaru, ikut membara akibat pembakaran sampah. Petugas kembali tancap gas dan bertarung melawan waktu sebelum akhirnya api padam total pukul 18.15 WIB.
BACA JUGA:Rektor UHN Sudirman Said Masuk 20 Besar Survei Kepemimpinan Nasional
BACA JUGA:Bukan Sekadar Film, Bupati Faiz Punya Misi Besar Lewat Alas Roban The Series
Peringatan Keras Buat Warga
Nawawi menegaskan, rentetan insiden ini harus menjadi alarm keras bagi masyarakat. Menganggap remeh api kecil saat cuaca kering dan angin kencang adalah tindakan yang sangat berbahaya.
"Dilarang membakar rumput atau sampah di siang hari, apalagi saat angin kencang. Ini sangat membahayakan dan memicu kebakaran besar," tegas Nawawi.
Ia mengingatkan, kewaspadaan masyarakat adalah benteng utama. Sebab sekali api membesar dan merembet ke vegetasi kering, penanganannya akan sangat menyita waktu serta mengancam keselamatan permukiman di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
