Aliansi Ormas Blora Suarakan Keadilan Pengelolaan Minyak Rakyat
FOTO/Aliansi Ormas Se-kabupaten Blora. -diswayjateng/Farros---
BLORA, diswayjateng.id – Aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kabupaten Blora menyuarakan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya sumur minyak rakyat. Mereka mendorong agar kekayaan alam yang berasal dari Blora memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Seruan tersebut disampaikan melalui Front Blora Selatan dengan membawa pesan, “Blora Bukan Tanah Jajahan! Jangan Keruk Kekayaan Alamnya, Lalu Abaikan Rakyatnya!”
Perwakilan Front Blora Selatan, Exy Wijaya, menegaskan bahwa persoalan sumur minyak rakyat bukan semata-mata menyangkut bisnis, perizinan, atau kepentingan ekonomi. Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keadilan, kesejahteraan masyarakat, dan keberpihakan terhadap daerah penghasil minyak.
Ia mempertanyakan sejauh mana pengelolaan sumur minyak rakyat yang melibatkan Mataram Connection dan Blora Migas Energi memberikan manfaat bagi masyarakat Blora.
BACA JUGA: Gardu PLN di Kajangan Blora Terbakar, Manajer ULP Mengaku Sudah Terima Laporan
BACA JUGA: Agustina Bakal Panggil Pengurus PKK Semarang, Ribuan Warga Minta Kegiatan Disederhanakan
Menurutnya, kontribusi terhadap pendapatan daerah, kesejahteraan warga, perlindungan lingkungan, serta keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar wilayah pertambangan perlu menjadi perhatian bersama.
“Blora tidak boleh hanya menjadi tempat minyak diangkat dari perut bumi, sementara rakyatnya hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” demikian pesan dalam seruan tersebut, Senin, 19 Oktober 2026.
Seruan Front Blora Selatan itu turut mendapat dukungan dari aliansi ormas se-Kabupaten Blora. Sejumlah organisasi yang disebut mendukung gerakan tersebut di antaranya Lindu Aji, Pemuda Pancasila, Squad Nusantara, GRIB Jaya, serta LSM Harimau.
Dukungan tersebut menjadi dorongan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Blora.
BACA JUGA: Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak, BRI Peduli Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove di Pantai Utara Jawa
BACA JUGA: Dugaan Kekerasan Anak Kelas 1 SD di Banyumanik Terungkap, DP3A Semarang Koordinasi Lintas Wilayah
Aliansi ini mengajak petani, buruh, pekerja sumur minyak rakyat, pemuda, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh masyarakat untuk membangun solidaritas dan memperjuangkan pengelolaan sumber daya alam yang adil.
Mereka menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan bertujuan menghambat aktivitas pengelolaan sumber daya alam, melainkan memastikan pelaksanaannya berlangsung secara transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
