Buruh PT Djarum Ditemukan Meninggal di Irigasi Sidorekso Kudus
Penemuan jasad perempuan membujur kaku di dalam saluran irigasi, tepat di depan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. - dok.istimewa ---
KUDUS, diswayjateng.id – Suasana tenang di sepanjang Jalan KUDUS-Jepara mendadak gempar pada Kamis (15/10/2026). Sesosok jasad perempuan ditemukan membujur kaku di dalam saluran irigasi, tepat di depan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten KUDUS.
Perempuan yang belakangan diketahui berinisial NH (36), warga Desa Kaliwungu, ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga kuat, korban menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat hendak mengais rezeki.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika NH berpamitan kepada suaminya, Musyafak, pada subuh buta sekitar pukul 04.30 WIB. Seperti hari-hari biasanya, ia mengayuh sepeda angin berwarna biru kesayangannya menuju tempat kerja di PT Djarum Desa Sidorekso.
BACA JUGA: GJL Tuntut Polda Jateng, Berantas Mafia Tanah hingga Oknum Aparat yang Bermain Kasus
BACA JUGA: Tanggal Kematian Aqib Salah Tulis, Master Justice Soroti Ketelitian Birokrasi Pemalang
Namun, takdir berkata lain. Perjalanan kerja yang semestinya ditempuh dengan selamat itu justru berujung duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepastian kabar duka tersebut berawal dari kehebohan di media sosial. Sekitar pukul 06.00 WIB, salah seorang tetangga korban melihat postingan penemuan mayat di media sosial Facebook yang dengan cepat beredar luas di jagat maya.
Mendapatkan informasi mengagetkan tersebut, tetangga korban langsung bergegas memberitahukan hal itu kepada Musyafak. Tanpa berpikir panjang, sang suami bersama beberapa warga langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenarannya.
Bak disambar petir di siang bolong, tangis Histeris tak terbendung saat Musyafak tiba di lokasi. Pria tersebut mendapati tubuh kaku yang terbujur di saluran irigasi tak lain adalah istri tercintanya.
Kapolsek Kaliwungu, AKP Deni Dwi Noviandi, membenarkan insiden penemuan mayat perempuan tersebut. Pihaknya yang menerima laporan langsung menerjunkan personel untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepeda angin milik korban dalam kondisi rusak berat. Petugas juga menemukan dompet berisi uang tunai sekitar Rp100 ribu," ungkap AKP Deni saat dikonfirmasi.
Dugaan sementara yang mencuat di lapangan, korban menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Meski demikian, polisi tak mau gegabah dan tetap melakukan pendalaman secara intensif.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan tabrak lari ini masih harus dibuktikan secara ilmiah melalui penyelidikan lanjutan dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Kudus.
Upaya petugas untuk menguak misteri peristiwa ini bukan tanpa kendala. Kondisi jalanan yang relatif masih sepi saat kejadian serta minimnya lampu penerangan jalan di sekitar lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

