GJL Tuntut Polda Jateng, Berantas Mafia Tanah hingga Oknum Aparat yang Bermain Kasus

GJL Tuntut Polda Jateng,  Berantas Mafia Tanah hingga Oknum Aparat yang Bermain Kasus

Puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) gelar aksi di jalan pahlawan , Kamis (15/10).--

SEMARANG, diswayjateng.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus (GJL) gelar aksi di jalan pahlawan seberang Kantor Polda Jawa Tengah, Kamis (15/10). 

Mereka mendesak pemberantasan korupsi, mafia tanah, hingga oknum aparat yang diduga menyalahgunakan wewenang dan terlibat dalam tindak kriminal.

Sebelum menggelar aksi, massa berkumpul di depan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Kota Semarang. 

Massa melakukan jalan kaki dari Undip menuju Polda untuk melakukan orasi.

BACA JUGA:GJL Geruduk Kanwil BPN Jateng, Bawa Sesaji dan Soroti Dugaan Pungli

BACA JUGA:OTT Bupati Pati Sudewo Disorot Aktivis GJL, Riyanta: Jual Beli Jabatan Sudah Terstruktur

Dengan membawa poster dan spanduk berisi dukungan kepada Polri untuk memberantas mafia tanah serta menindak tegas oknum anggota yang terlibat tindak pidana.

Ketua Umum GJL, Riyanta, dalam orasinya mengaku mengetahui adanya oknum aparat yang diduga menyalahgunakan wewenang dengan mempermainkan perkara hukum.

"Kita sebagai masyarakat tahu, siapa oknum yang suka melakukan pemerasan, siapa oknum-oknum yang sering bermain kasus, dan siapa oknum-oknum yang suka bermain-main dengan perkara. Kita sangat paham," ujar Riyanta seusai menyampaikan orasi, Kamis (15/10).

Mayoritas peserta aksi mengenakan seragam putih. Mereka berorasi sambil membawa bendera GJL serta sejumlah jajanan pasar dan dupa. 

BACA JUGA:Unjuk Rasa Tolak Pelarangan Sound Horeg Ricuh, Massa Geruduk Pendopo Kecamatan Tayu Pati

BACA JUGA:Redam Unjuk Rasa Anarkhis, Tim Gakkum Disiagakan di Bumi Kartini

Perlengkapan tersebut menjadi simbol harapan agar pemerintahan di Jawa Tengah bersih dari praktik korupsi dan pungutan liar (pungli).

Seperti aksi-aksi sebelumnya, massa juga menggelar ritual doa di depan tampah berisi jajanan pasar dengan dupa. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait