Hasil Lab MBG SPPG Tutup Blora, Bakteri Ditemukan pada Nasi dan Tumis Labu

Hasil Lab MBG SPPG Tutup Blora, Bakteri Ditemukan pada Nasi dan Tumis Labu

WAWANCARA/Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, dr. Nur Betsia Bertawati. -diswayjateng/Farros---

BLORA, diswayjateng.id – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup, Kabupaten BLORA, menunjukkan adanya bakteri pada dua jenis menu. Temuan tersebut diketahui setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar pada 12 Oktober 2026.

Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora, dr. Nur Betsia Bertawati, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan dan air yang dikumpulkan pada 1 Oktober 2026, setelah muncul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa.

Menurutnya, Puskesmas Tunjungan bersama Dinkesda Blora telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan menelusuri kejadian tersebut.

Dari hasil penanganan, tercatat sebanyak 62 orang mengalami keluhan. Seluruhnya menjalani rawat jalan dan tidak ada yang dirawat inap, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

BACA JUGA:  Kontijensi, 487 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Gangguan Saat Pilkades Serentak

BACA JUGA:  153 Desa Siaga TBC Terbentuk di Demak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Turun ke Rumah Warga

Sampel yang diperiksa meliputi nasi putih, telur rempah kecap, tumis labu dengan jagung pipil, susu, pisang, serta air yang digunakan dalam proses memasak dan air minum.

“Dari hasil pemeriksaan sampel makanan, ditemukan hasil positif bakteri Staphylococcus aureus pada nasi putih dan hasil positif Bacillus sp. pada tumis labu jagung pipil,” jelasnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Selain sampel makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kualitas air. Pada air PDAM ditemukan total coliform lebih dari 200 dan Escherichia coli (E. coli) sebanyak 7. Menurut Nur Betsia, dalam air yang memenuhi persyaratan Kesehatan seharusnya tidak ditemukan bakteri tersebut.

BACA JUGA:  Wamenkes Bawa Kabar Baik ke Demak, 4 Puskesmas Dibangun dan 22 Direnovasi

BACA JUGA:  Motif Hutang Piutang, Pelaku Penembakan Tukang Tambal Ban di Boyolali Mengaku Sakit Hati

Sementara itu, pada sampel air galon ditemukan total coliform sebanyak 42, sedangkan E. coli sebanyak nol.

Nur Betsia juga menanggapi informasi mengenai telur rempah kecap yang disebut memiliki bau busuk menyengat. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, sampel telur tersebut tidak menunjukkan temuan bakteri seperti pada nasi dan tumis labu jagung pipil.

Ia menyebut menu makanan tersebut sebelumnya juga pernah diberikan kepada sasaran oleh SPPG tersebut. Namun, pada penyajian sebelumnya tidak dilaporkan adanya kejadian keracunan makanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait