Kapal Tenggelam di Srilanka, 2 ABK asal Batang Tertahan di Mauritius

Kapal Tenggelam di Srilanka, 2 ABK asal Batang Tertahan di Mauritius

Lima ABK Asal Indonesia yang belum bisa pulang setelah kapalnya tenggelam di Srilanka-ist-

BATANG, diswayjateng.id – Musibah kapal tenggelam belum sepenuhnya berlalu bagi lima anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Mereka masih menunggu kepastian kepulangan setelah KM Garuda Jaya VI tenggelam di perairan Sri Lanka, 22 September 2026.

Di antara lima ABK tersebut, dua orang berasal dari Kabupaten Batang. Mereka adalah Sopian Hadi, warga Batang, dan Trisno, warga Kecamatan Limpung.

Keduanya kini berada di Port Louis, Mauritius, Afrika. Berdasarkan informasi yang diterima, mereka bersama tiga ABK lainnya masih menunggu kepastian pemulangan.

Persoalan mereka bukan sekadar perjalanan pulang ke Indonesia. Kelima ABK itu dilaporkan tidak memiliki alat komunikasi untuk menghubungi keluarga di Tanah Air.

BACA JUGA: Kapal Nelayan Mati Mesin dan Kandas di Karangbolong, 11 ABK Cilacap Berhasil Diselamatkan

BACA JUGA: Labkesda Tegal Mulai Terlibat Pemeriksaan Awal Calon Jemaah Haji 2027

Kondisi tersebut membuat akses komunikasi menjadi kebutuhan penting. Keluarga membutuhkan kabar, sementara para ABK masih menunggu kejelasan proses pemulangan.

Informasi mengenai kondisi mereka disampaikan Jhony, sesama ABK asal Indonesia yang menginap di hotel yang sama. Kelima ABK tersebut diketahui telah tinggal di Hotel Le Saint Georges, Port Louis, sejak 29 September 2026.

Selain Sopian Hadi dan Trisno, tiga ABK lainnya adalah Nuridin asal Ulujami, Pemalang. Dua lainnya, Muh Aditriono asal Pekalongan dan Mulyadi asal Plered, Cirebon.

Informasi awal menyebutkan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madagaskar telah dilakukan. Namun, hingga informasi ini dihimpun, kelimanya masih menunggu kejelasan tindak lanjut pemulangan.

BACA JUGA: Kerugian Rp842 Juta, Kasus Korupsi Dana BOK Blado II Masuk Tahap II di Kejari Batang

BACA JUGA: 75 Pemanah Muda Adu Akurasi di Kejurkab Panahan Batang

Belum ada keterangan terperinci mengenai kendala yang menghambat proses tersebut. Penyebab tenggelamnya kapal dan kronologi penyelamatan para ABK juga belum dijelaskan secara resmi dalam informasi yang tersedia.

HNSI Batang Telusuri Identitas ABK

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmudjo, mengaku baru menerima informasi tersebut. Ia mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan ialah memastikan identitas dan alamat kedua ABK asal Batang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait