Tiga Kambing Warga Sadang Mati Misterius, Perut Luka dan Jeroan Hilang

Tiga Kambing Warga Sadang Mati Misterius, Perut Luka dan Jeroan Hilang

Tiga kambing milik warga Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Kebumen ditemukan mati dengan luka di bagian leher dan perut serta jeroan yang hilang.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id – Warga Dukuh Kaligesing, Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Kabupaten KEBUMEN, dibuat geger setelah tiga ekor kambing ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan.

Ketiga kambing milik warga tersebut ditemukan pada Selasa (29/9/2026) malam. Bukan sekadar mati mendadak, tubuh kambing ditemukan mengalami luka pada bagian leher dan perut. Sementara organ dalam atau jeroannya telah hilang.

Sekretaris Kecamatan Sadang, Indri Yulianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tiga kambing jenis gembel itu diketahui mati ketika pemilik hendak memeriksa kondisi ternaknya.

“Kejadian tadi malam di Dukuh Kaligesing. Tiga ekor menjadi sasaran,” kata Yuli, Rabu (30/9/2026).

BACA JUGA: Delapan Persoalan Desa Brekat Dibawa ke DPRD Kabupaten Tegal

BACA JUGA: Jelantah Disulap Jadi Cuan, Inovasi JELITA Kabupaten Tegal Diburu Musi Rawas

Ketiga kambing tersebut merupakan milik Muhsinin (54), warga Padukuhan Kaligesing, Desa Seboro. Penemuan itu sontak membuat pemilik dan warga sekitar terkejut. Sebab, kondisi ternak ketika ditemukan dinilai tidak wajar.

Pada tubuh kambing terlihat luka di bagian leher dan perut. Bagian jeroan juga diketahui menjadi bagian yang paling banyak hilang.

Diduga Diserang Hewan Liar

Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan tiga kambing tersebut mati. Namun, melihat kondisi tubuh kambing, pihak kecamatan menduga ternak tersebut menjadi sasaran serangan kawanan anjing liar.

“Kemungkinan anjing liar yang memakan. Di arah jeroan,” ujar Yuli.

BACA JUGA: Geger Modus Hipnotis: Lansia Tukar Emas untuk Regulator Rp900 Ribu, 8 Orang Dikeroyok di Batang

BACA JUGA: Ari Nugroho Segera Dilantik sebagai Ketua PSI Salatiga, Gantikan Gugus Tutur Pamungkas yang Terjerat Hukum

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah kecamatan bersama petugas terkait masih melakukan koordinasi untuk penanganan dan mengantisipasi kemungkinan serangan kembali terjadi.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ternak mereka, terutama pada malam hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait