Soal Relokasi Pasar Rembang, DPR Minta Pemkab Utamakan Kepastian Anggaran
KEGIATAN KUNJUNGAN - anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. - dok.istimewa ---
REMBANG, diswayjateng.id — Rencana pembongkaran dan relokasi pedagang Pasar REMBANG di Kabupaten REMBANG, Jawa Tengah, diminta tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah kabupaten diseru memastikan ketersediaan alokasi anggaran pembangunan dari pemerintah pusat terlebih dahulu agar tidak mengganggu kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut.
Pesan tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, saat meninjau kondisi Pasar Rembang dan menyerap aspirasi para pedagang seusai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Rembang. Dalam peninjauan itu, Firman menerima banyak keluhan dari pedagang terkait ketidakpastian nasib lokasi usaha mereka.
BACA JUGA: Temuan di Dapur SPPG Bawang Bikin Marah Waka BGN
BACA JUGA: Hotel Ganesha Purworejo Dibuka untuk Investor, Target Beroperasi Akhir 2026
"Pembangunan Pasar Rembang ini harus betul-betul ada kepastian, terutama anggarannya. Kalau anggarannya memang belum pasti, hendaknya jangan dibongkar dulu, jangan dipindahkan dulu," ujar Firman saat meninjau pasar.
Menurut Firman, terdapat dua aspek utama yang perlu diantisipasi pemerintah daerah sebelum melangkah ke tahap revitalisasi. Pertama, tempat penampungan sementara harus dapat menampung seluruh pedagang berizin resmi tanpa ada yang tereliminasi. Kedua, pembongkaran pasar tanpa kepastian dana pembangunan berisiko memicu masalah sosial-ekonomi baru bagi pedagang kecil.
"Jangan sampai perdagangan ini terlantar. Posisi pemindahan juga harus memadai. Sebagian besar pedagang adalah pelaku UMKM yang rentan. Pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan dan fasilitas, jangan sampai warga jadi korban," tutur Firman.
Ia menambahkan, apabila kepastian pembiayaan proyek belum terikat secara formal, pelaksanaan perencanaan lapangan sebaiknya ditangguhkan demi mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
Keterbatasan Anggaran Daerah
Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang M Mahfudz menjelaskan, penyiapan tempat relokasi di kawasan Pasar Kambing saat ini tengah dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Lokasi tersebut disiapkan sebagai bagian dari tahapan awal revitalisasi total Pasar Rembang, yang diusulkan mendapat sokongan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.
Saat ini, ketersediaan tempat penampungan baru mencapai tiga los dari total delapan los yang dibutuhkan untuk menampung seluruh pedagang existing.
Pihaknya mencatat masih memerlukan tambahan dana sekitar Rp 500 juta guna melengkapi sarana pendukung, seperti jaringan listrik, penerangan, saluran air (drainase), dan fasilitas sanitasi.
BACA JUGA: Diduga Keracunan Menu Pedas MBG, 107 Siswa SMAN 1 Rembang Diare Massal, Kepala Sekolah Buka Suara
BACA JUGA: Teater Qi Siap Suguhkan “Bangun Pagi Bahagia” di Empat Kota
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

