Korban Dugaan Keracunan MBG Capai 411 Orang, DPRD Batang Panggil Dinkes hingga Satgas

Korban Dugaan Keracunan MBG Capai 411 Orang, DPRD Batang Panggil Dinkes hingga Satgas

Komisi IV DPRD kabupaten Batang menjenguk korban dugaan keracunan MBG di RSUD Batang, Kamis 24 September 2026-ist. dok DPRD Batang-

BATANG, diswayjateng.id - Komisi IV DPRD Kabupaten BATANG akan memanggil sejumlah instansi terkait dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang.

Pemanggilan itu dilakukan setelah jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan dalam insiden tersebut terus bertambah. Hingga perkembangan terbaru, jumlah korban tercatat mencapai 411 orang.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang, Tofani Dwi Arianto, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat kerja untuk meminta penjelasan dari sejumlah pihak terkait.

"Kita akan panggil pihak Satgas MBG, Dinas Kesehatan (Dinkes), Korwil SPPI, Paguyuban SPPG Kabupaten Batang, dan Koordinator Kecamatan SPPG Bawang untuk rapat kerja terkait kasus dugaan keracunan," kata Tofani seusai meninjau kondisi korban di RSUD Batang, Kamis 24 September 2026.

BACA JUGA: Cerita Warga Bawang Batang, dari Sisa Telur hingga 11 Teman Tak Masuk Sekolah

BACA JUGA: Investigasi Awal, BGN Temukan Dugaan Keracunan lewat Rekaman CCTV SPPG Bawang Batang

Menurut Tofani, pemanggilan tersebut diperlukan untuk mendapatkan penjelasan secara menyeluruh mengenai kejadian yang menyebabkan ratusan warga harus mendapatkan penanganan kesehatan.

Pembahasan juga akan mencakup proses penyediaan makanan hingga pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. DPRD ingin mendapatkan gambaran mengenai tahapan yang berlangsung sebelum makanan tersebut diterima para penerima manfaat.

Selain itu, proses pengolahan dan distribusi makanan juga menjadi bagian yang perlu diklarifikasi dalam rapat kerja tersebut.

Tofani mengatakan pihak yang dipanggil akan dimintai keterangan sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing. Penjelasan dari berbagai pihak diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih utuh.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan telah mencapai 411 orang. Korban berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak hingga orang dewasa.

Komisi IV DPRD Batang juga menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap makanan maupun spesimen pasien. 

Hasil pemeriksaan laboratorium dinilai diperlukan untuk membantu mengungkap penyebab kejadian tersebut berdasarkan bukti medis.

Karena itu, DPRD mendorong agar proses pemeriksaan sampel dapat segera dilakukan dan hasilnya menjadi bahan evaluasi bersama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: