Jalan Berlubang Bikin Celaka, Ruas Ujungrusi-Trayeman Digeber Overlay
Jalan berlubang di ruas Ujungrusi–Trayeman, Kabupaten Tegal, akhirnya mendapat perhatian serius. --
SLAWI, diswayjateng.id – Jalan berlubang di ruas Ujungrusi–Trayeman, Kabupaten Tegal, akhirnya mendapat perhatian serius. Ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi sejumlah titik kerusakan dan membahayakan pengguna jalan itu kini mulai digarap melalui pengaspalan ulang atau overlay.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Tegal mempercepat pembenahan infrastruktur jalan sekaligus mendukung program akselerasi jalan bebas lubang.
Pengerjaan dilaksanakan CV L Putra Pratama. Aktivitas alat berat dan pekerja terlihat mulai menggarap badan jalan yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan.
Pelaksana Pekerjaan Lapangan CV L Putra Pratama, Raka, mengatakan kondisi jalan menjadi salah satu alasan ruas tersebut diprioritaskan untuk segera diperbaiki.
BACA JUGA:Jalan 840 Meter Tuntas, Akses Ekonomi Warga Dukuhjati Kidul Kini Mulus
BACA JUGA:Pemkab Batang Siapkan Rp52 Miliar, 20 Paket Jalan Dikebut Mulai Oktober
"Ruas jalan Trayeman–Ujungrusi ini sebelumnya memiliki banyak titik lubang yang cukup membahayakan dan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, perbaikan ini diprioritaskan," ujar Raka, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pekerjaan menggunakan aspal jenis AC-WC dengan ketebalan sekitar 4 sentimeter. Lebar jalan existing mencapai 8,4 meter dengan total panjang penanganan sekitar 400 meter.
Pekerjaan tersebut terbagi dalam dua segmen utama. Yakni sekitar 25 meter dari lampu merah ke arah barat dan 10 meter dari lampu merah ke arah timur.
Proyek itu menelan anggaran berdasarkan nilai kontrak sekitar Rp930 juta.
Pelaksanaan pekerjaan berlangsung berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) sejak 9 September hingga 9 Oktober 2026. Tak berhenti pada pengaspalan. Setelah overlay rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan rambu reftonik yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Sementara untuk ruas sebaliknya yang belum tertangani, pihak pelaksana akan mendorong pengusulan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2027.
Perbaikan ini pun mendapat respons positif dari warga, terutama para pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar ruas jalan tersebut. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan pasar membuat kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga.
Edi, 50, pedagang minuman dan makanan ringan, mengaku lega melihat jalan yang sebelumnya penuh lubang mulai diperbaiki.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: