Dari IGD hingga Selasar RSUD Batang, Bupati Faiz Cek Korban Dugaan Keracunan MBG
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menjenguk korban dugaan keracunan MBG di ruang diklat, Kamis 24 September 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Bupati BATANG M Faiz Kurniawan berkeliling RSUD BATANG untuk melihat langsung kondisi korban dugaan keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis pagi 24 September 2026
Faiz mengecek kondisi korban di sejumlah titik perawatan. Di antaranya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang diklat, hingga selasar Ruang Wijaya Kusuma RSUD Batang.
Dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Faiz berbincang langsung dengan korban dan keluarga yang mendampingi. Ia menemui pasien dari berbagai kelompok usia, mulai orangtua hingga anak-anak usia TK dan PAUD.
Kunjungan tersebut dilakukan ketika jumlah pasien masih terus bertambah.
BACA JUGA: Kabar Korban Meninggal Keracunan MBG Beredar, Dinkes Batang Pastikan Hoaks
BACA JUGA: Kesaksian Warga Bawang Batang, Sisa MBG Anak Dimakan Ibu hingga Keracunan
Faiz mengatakan data sekitar pukul 03.00 WIB masih mencatat 276 korban, tetapi beberapa jam kemudian terdapat tambahan pasien di RSUD Batang dan sejumlah fasilitas kesehatan.
"Per tadi malam itu masih 276, jam 03.00 dini hari. Tapi ini terus masih ada bertambah. Tadi pagi saja barusan nambah empat di sini. Kemudian di beberapa puskesmas juga nambah, di Limpung juga nambah," kata Faiz di sela kunjungan.
Dengan perkembangan tersebut, Faiz memperkirakan jumlah korban secara keseluruhan berada di kisaran 300 orang. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan penanganan pasien terus berjalan.
Saat berkeliling, Faiz juga melihat kondisi pasien yang harus mendapat perawatan di sejumlah area RSUD Batang. Keterbatasan kapasitas ruang membuat sebagian pasien menjalani perawatan di selasar.
BACA JUGA: 87 Warga Bawang Diduga Keracunan MBG, Wabup Batang: Data Masih Berkembang
BACA JUGA: Bertambah! Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang jadi 276 Orang
"Memang karena ada keterbatasan kamar, tetapi alhamdulillah semuanya mendapatkan bed. Prinsipnya semuanya mendapatkan bed, mendapatkan alat kesehatan yang cukup," ujarnya.
Faiz memastikan pasien tetap memperoleh penanganan medis, termasuk ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: